Hanya dalam waktu tiga hari setelah dirilis secara global, serial thiller kriminal terbaru Netflix langsung mendominasi layar kaca penonton dunia. Miniseri dokumenter fiksi berjudul The Bombing of Pan Am 103 ini menceritakan kembali peristiwa kelam jatuhnya pesawat Pan Am Flight 103 di Lockerbie, Skotlandia, pada tahun 1988 silam.
Tragedi yang disebabkan oleh bom tersebut menewaskan 270 orang dan tercatat sebagai aksi teror paling mematikan dalam sejarah Inggris.
Sejak meluncur di Netflix pada akhir Juli lalu, miniseri dengan total enam episode ini sukses meraup 5 juta penonton dengan total waktu tonton mencapai 30 juta jam hanya dalam waktu tiga hari pertama. Demikian seperti dikutip dari Collider.
Keberhasilan ini membawa The Bombing of Pan Am 103 masuk ke dalam jajaran sepuluh besar tayangan paling banyak ditonton di berbagai negara.
Sinopsis The Bombing of Pan Am 103The Bombing of Pan Am 103 merupakan serial drama terbatas enam episode yang diangkat dari kisah nyata pengeboman pesawat Pan Am Penerbangan 103 di atas Lockerbie, Skotlandia, pada 21 Desember 1988. Tragedi tersebut menewaskan 270 orang, termasuk seluruh penumpang dan awak pesawat serta warga di darat, dan menjadi salah satu aksi teror paling mematikan dalam sejarah Inggris.
Serial ini tidak hanya menyoroti detik-detik bencana, tetapi juga berfokus pada penyelidikan panjang lintas negara yang melibatkan kepolisian Skotlandia, FBI, hingga berbagai lembaga internasional dalam memburu pelaku di balik serangan tersebut.
Michael Keillor bertindak sebagai sutradara berdasarkan naskah karya Jonathan Lee, yang juga bertindak sebagai kreator bersama Adam Morane-Griffiths. Deretan pemerannya dipimpin Connor Swindells sebagai Detektif Ed McCusker, didampingi Patrick J. Adams sebagai agen FBI Dick Marquise, serta Merritt Wever, Eddie Marsan, dan Lauren Lyle.
Dengan pendekatan yang menekankan sisi investigasi sekaligus dampak kemanusiaan terhadap keluarga korban, The Bombing of Pan Am 103 menghadirkan rekonstruksi salah satu penyelidikan kriminal paling kompleks dalam sejarah modern.
Namun uniknya, performa serial ini justru terbilang biasa saja di wilayah Britania Raya. Lesunya penonton di wilayah tersebut diduga karena serial ini merupakan hasil kolaborasi dengan BBC yang sudah lebih dahulu menyiarkannya di televisi lokal Inggris pada tahun lalu.






Komentar (0)