Jakarta (ANTARA) - TNI AU berupaya memperkuat kemampuan personelnya dalam bidang intelijen dengan menggelar Pelatihan Kepala Satuan Intelijen Angkatan Ke-5 di Markas Besar TNI AU di Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis, dijelaskan kegiatan tersebut sudah digelar sejak 3 Agustus 2026 dan berakhir pada hari ini.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan, pelatihan ini digelar pihaknya karena TNI AU membutuhkan sistem intelijen yang kuat.
Dengan kemampuan intelijen yang kuat, dia meyakini TNI AU akan mampu melahirkan ragam kebijakan dan keputusan strategis yang dapat melindungi negara dari ragam ancaman.
"Untuk itu, setiap insan intelijen dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, kepekaan terhadap perubahan situasi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat," jelas dia.
Dia menyebutkan pelatihan ini diikuti oleh 20 perwira intelijen TNI AU. Selama tiga hari pelatihan, mereka menerima ragam materi dari mulai bidang intelijen hingga penerapan hukum yang berkaitan dengan aktivitas di udara.
"Para peserta memperoleh pembekalan yang mencakup materi pengamanan, operasi intelijen dan operasi udara, navigasi penerbangan, hukum udara serta berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan profesionalisme personel intelijen dalam melaksanakan tugas di lingkungan TNI AU," kata dia.
Dengan adanya kegiatan ini, I Nyoman berharap kemampuan intelijen personel TNI AU semakin kuat dan relevan untuk kepentingan penguatan pertahanan negara.
Baca juga: TNI AU perkuat kemampuan prajurit di bidang operasi intelijen
Baca juga: TNI AU dan militer udara Jepang jalin kerja sama di bidang intelijen
Baca juga: Panglima TNI akan kembalikan kedigjayaan intelijen TNI
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis, dijelaskan kegiatan tersebut sudah digelar sejak 3 Agustus 2026 dan berakhir pada hari ini.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan, pelatihan ini digelar pihaknya karena TNI AU membutuhkan sistem intelijen yang kuat.
Dengan kemampuan intelijen yang kuat, dia meyakini TNI AU akan mampu melahirkan ragam kebijakan dan keputusan strategis yang dapat melindungi negara dari ragam ancaman.
"Untuk itu, setiap insan intelijen dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, kepekaan terhadap perubahan situasi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat," jelas dia.
Dia menyebutkan pelatihan ini diikuti oleh 20 perwira intelijen TNI AU. Selama tiga hari pelatihan, mereka menerima ragam materi dari mulai bidang intelijen hingga penerapan hukum yang berkaitan dengan aktivitas di udara.
"Para peserta memperoleh pembekalan yang mencakup materi pengamanan, operasi intelijen dan operasi udara, navigasi penerbangan, hukum udara serta berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan profesionalisme personel intelijen dalam melaksanakan tugas di lingkungan TNI AU," kata dia.
Dengan adanya kegiatan ini, I Nyoman berharap kemampuan intelijen personel TNI AU semakin kuat dan relevan untuk kepentingan penguatan pertahanan negara.
Baca juga: TNI AU perkuat kemampuan prajurit di bidang operasi intelijen
Baca juga: TNI AU dan militer udara Jepang jalin kerja sama di bidang intelijen
Baca juga: Panglima TNI akan kembalikan kedigjayaan intelijen TNI






Komentar (0)