Atasi Masalah Genangan, 95 Bangunan di Atas Saluran PHB di Jakpus Dibongkar

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat melakukan pembongkaran 95 bangunan yang berdiri di atas saluran penghubung (PHB) di kawasan Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Penertiban ini dilakukan untuk menormalisasi saluran air yang berada tepat di bawah bangunan dan menimbulkan potensi genangan serta banjir.

Pantauan Kompas.com di lokasi, bangunan-bangunan tersebut tampak dibongkar secara manual oleh pemiliknya maupun petugas gabungan dari PPSU dan Satpol PP.

Baca juga: 9 Bangunan Dibongkar untuk Proyek Flyover Bulak Kapal, Satu Masih Tunggu Kompensasi

Beberapa lapak pedagang juga sudah dirobohkan dan hanya menyisakan tembok yang tak lagi utuh.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kota Jakarta Pusat, Suprayogie, menjelaskan bahwa penertiban difokuskan pada bangunan-bangunan yang menutupi aliran air.

"Lokasinya ini di Jalan Abdul Jalil, RW 9 dan RW 11, Kelurahan Karet Tengsin. (Ada) kurang lebih 95 bangunan (yang dibongkar)," kata Suprayogie kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Suprayogie menyebut dari 95 bangunan tersebut, setengah di antaranya difungsikan sebagai tempat berjualan atau warung sederhana.

Baca juga: Usai 90 Bangunan Dibongkar, Kolong Flyover Tomang Dibersihkan Petugas Gabungan

"Sudah kami lakukan tiga kali sosialisasi, satu kali rapat khusus dengan RW, LMK, dan FKDM menyampaikan informasi ini, bahwa lokasi tempat mereka berdagang berada di atas saluran PHB dan lokasi ini akan dijadikan kawasan penataan penanganan genangan," ucap Suprayogie.

Usai bangunan dibongkar dan rata dengan tanah, Pemkot Jakarta Pusat akan langsung melakukan normalisasi saluran air yang selama ini tertutup lapak tersebut.

Adapun, pembongkaran juga menyasar rumah-rumah pribadi dan kontrakan yang area halaman atau lahan parkirnya berada di atas saluran.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut, 1.077 Bangunan Dibongkar

"Kalau yang rumah pribadi, ketika dia ada yang bagian depannya di atas saluran, kita bongkar juga. Kita kasih untuk jalan saja dan sisa kurang lebih satu meter untuk parkir kendaraan," ujarnya.

Sementara bagi para pedagang terdampak, Pemkot Jakpus menyebut tidak ada kompensasi berupa uang untuk lapak-lapak yang dibongkar.

Namun, warga dan pemilik bangunan dipersilakan untuk membongkar secara mandiri dan mengambil bahan-bahan material yang masih bisa digunakan atau dijual kembali.

Baca juga: Bangunan Dibongkar, Penggugat MRT Pertanyakan Ongkos Perbaikan

"Enggak ada ya (kompensasi). Kalau misalkan mereka mau bongkar hari ini sendiri untuk menggunakan kembali bahan material, silakan. Tapi yang jelas hari ini dilakukan penertiban, insya Allah (selesai) hari ini," tutur Suprayogie.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia membenarkan adanya penolakan dari sejumlah warga dan pedagang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPD Undang JK Hadiri Sidang Tahunan MPR: Kumpulkan Tokoh Bangsa
• 22 jam lalu
0
thumb
Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya, Maung Bandung Bidik Gelar Juara
• 6 jam lalu
0
thumb
KDM: Jangan Takut Lawan Pengedar Tramadol, Negara Harus Menang
• 20 jam lalu
0
thumb
Siap Tindak Tegas! Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Dapodik
• 3 jam lalu
0
thumb
Masa Depan Ahli Bedah Inggris Menggunakan Bantuan Robot
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.