VIVA – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menyoroti penampilan timnya setelah hampir kalah dari Inter Milan. Berikutnya, mereka akan melawat ke Jakarta untuk menghadapi Chelsea.
I Rossoneri melakoni laga uji coba melawan rival sekotanya dalam duel bertajuk Derby della Madonnina di Perth, Australia. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) malam kemarin WIB tersebut berjalan alot pada babak pertama.
Tidak ada gol yang tercipta namun Inter akhirnya memecahkan kebuntuan melalui Federico Dimarco pada menit ke-52. Kemudian, Amorim melakukan delapan pergantian pemain sekaligus pada menit ke-63, termasuk mengirim Luka Modric, Rafael Leao, dan Goncalo Ramos ke lapangan.
Inter juga melakukan pergantian delapan pemain namun dilakukan secara berkala. Milan pun akhirnya menyamakan skor melalui eksekusi penalti Christopher Nkunku pada menit ke-84.
Hasil imbang ini melanjutkan raihan minor Milan di pramusim. Sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 2-2 melawan Celtic pada akhir Juli mendatang.
Mereka akan berupaya untuk meraih kemenangan pada laga berikutnya melawan Chelsea. Duel itu akan dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Amorim mengakui bahwa Massimiliano Allegri telah meninggalkan tim yang terlatih. Namun, mereka masih memiliki banyak pekerjaan ke depannya.
“Kami harus memperbaiki segalanya, terutama saat menguasai bola, karena jika kami lebih banyak memegang kendali permainan, kami tidak akan terlalu banyak menderita. Ini adalah hal yang butuh waktu; kami perlu mengupayakannya,” kata Amorim, dilansir dari Football-Italia.
“Semakin besar penguasaan bola kami, semakin berkurang tekanan yang kami hadapi. Tim ini dilatih dengan baik oleh Allegri pada musim lalu, saya bisa melihatnya,” tambahnya.
Sang pelatih asal Portugal mengatakan bahwa ini adalah laga yang bagus untuk menguji kondisi kebugaran tim. Namun, dia juga mengakui bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki.
- REUTERS/Daniele Mascolo
“Saya rasa Anda bisa melihat bahwa kami berusaha mengalirkan bola dengan cepat dan membangun serangan dari lini belakang, namun tanpa mengambil risiko yang sama seperti saat kami menghadapi Celtic di Glasgow,” tambah Amorim.





Komentar (0)