Pendapatan Melonjak 206 Persen, CBRE Rugi Rp36 Miliar hingga Juni 2026 

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membukukan rugi bersih sebesar Rp36,01 miliar pada semester I-2026.

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membukukan rugi bersih sebesar Rp36,01 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membukukan rugi bersih sebesar Rp36,01 miliar pada semester I-2026, berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan laba bersih Rp900 juta.

Kondisi ini terjadi di tengah pendapatan perseroan yang melonjak 205,91 persen secara tahunan menjadi Rp88,96 miliar dari sebelumnya Rp29,08 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas operasional serta implementasi strategi pengembangan usaha yang mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis.

Baca Juga:
CBRE Optimistis Rights Issue Berjalan Sesuai Target, Tunggu Pernyataan Efektif OJK

Meski demikian, lonjakan pendapatan belum mampu mengangkat kinerja bottom line CBRE. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya beban operasional dan beban keuangan sebagai konsekuensi dari ekspansi usaha yang tengah dijalankan.

Selain itu, laba bersih juga tertekan oleh kenaikan beban bunga pinjaman seiring pemanfaatan fasilitas pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha. Perseroan juga mencatat rugi selisih kurs akibat fluktuasi nilai tukar selama periode berjalan.

Baca Juga:
Kapal Gunanusa Hai Long 106 Tiba di RI, CBRE Segera Garap Proyek Hidayah Field

Di sisi neraca, total aset CBRE hingga 30 Juni 2026 tercatat sekitar Rp2,02 triliun. Perseroan menilai kapasitas aset tersebut menjadi fondasi untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang, khususnya di sektor pelayaran dan energi.

Direktur Utama PT Cakra Buana Resources Energi Tbk, Suminto Husin Giman mengatakan, pertumbuhan pendapatan pada semester pertama 2026 menunjukkan strategi pengembangan usaha mulai membuahkan hasil.

"Perseroan melihat bahwa pertumbuhan pendapatan pada semester pertama tahun 2026 merupakan indikator positif atas mulai terealisasinya strategi pengembangan usaha yang telah dijalankan. Di sisi lain, beban operasional dan beban keuangan yang meningkat merupakan bagian dari investasi Perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Mengacu laporan keuangan CBRE, kerugian terus menerus yang dialami perseroan membuat akumulasi rugi hingga akhir 2025 mencapai Rp126,14 miliar. Adapun liabilitas lancar juga melampaui total aset lancarnya yang sebesar Rp754,3 miliar, mencerminkan keraguan signifikan mengenai keberlangsungan usaha.

Dalam hal ini, Suminto menambahkan, manajemen akan terus meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperkuat struktur keuangan guna memperbaiki kinerja pada periode mendatang.

Secara teknis, perseroan telah menetapkan strategi tersebut dengan menjaga pinjaman bank pada tingkat yang dapat diterima, memastikan efisiensi biaya dan efektivitas pada supply chain secara berkala , memaksimalkan pendapatan dari pengoperasian penyewaan kapal Pipe Laying and Offshore Vessel, serta melakukan implementasi program efisiensi untuk meningkatkan kinerja perseroan.

Perseroan juga menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta pengelolaan risiko yang prudent untuk memperkuat fundamental usaha dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mohamed Salah Gabung Klub Turki Trabzonspor
• 8 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Bromo Capai 70 Hektar, Drone Hingga Damkar Dikerahkan Padamkan Api
• 3 jam lalu
0
thumb
Minecraft akan dirilis untuk Nintendo Switch 2 pada 27 Oktober
• 3 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gedung di Cikini, 18 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
• 23 jam lalu
0
thumb
Kapolri: Rangkaian HUT ke-81 RI Dipastikan Aman
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.