KPK Duga Bupati Kuansing Setor Uang ke Pejabat Kemenhut

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan pemberian uang oleh Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif Suhardiman Amby ternyata bukan hanya kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Lembaga antirasuah menduga upaya itu turut dilakukan ke pejabat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Advertisement

BACA JUGA: KPK Geledah Imigrasi Jakpus dan Jaksel, Sita Uang Ratusan Juta Valas

"Bahwa dari proses penyidikan yang dilakukan, penyidik kemudian menemukan, diduga ada pemberian lainnya yang dilakukan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing kepada pihak-pihak di Kementerian Kehutanan," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Menurut Budi, jumlah yang diberikan oleh Suhardiman Amby kepada pejabat Kemenhut pun cukup besar. Yakni senilai SGD 12.500 atau setara dengan Rp 174,8 juta (Rp 174.876.250).

"Di mana dugaan pemberian itu dilakukan sebelumnya, yaitu sekitar bulan Mei, sejumlah sekitar 12.500 Singapore dolar. Ya, salah satu pejabat di Kemenhut," terang Budi.

Namun, dia mengatakan tim penyidik masih harus mendalami maksud dan tujuan dari pemberian uang tersebut apakah terkonfirmasi terkait pelepasan kawasan hutan atau bukan.

"Kami masih dalami soal itu. Tapi memang dugaan awalnya karena keterangan dari satu sisi menyatakan bahwa itu terkait dengan pelepasan izin kawasan hutan," tutur Budi.

"Ya, sehingga ini juga masih butuh konfirmasi lagi kepada pihak-pihak lain untuk menerangkan ya, berkaitan dengan dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing kepada pejabat di Kementerian Kehutanan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Budi menyebut pemberian uang oleh Suhardiman Amby kepada Menhut Raja Juli pada 2 Juni 2026 bukan lah yang pertama. KPK menduga ada pertemuan lain yang sebelumnya terjadi pada April san Mei.

"Tentunya dari temuan-temuan penyidik dalam rangkaian proses penyidikan tersebut, butuh kemudian dikonfirmasi, dimintai keterangan lebih lanjut lagi untuk melakukan pendalaman berkaitan dengan pemberian-pemberian tersebut," katanya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OISAA Diplomacy School 2026 Sukses Gelar Global Youth Forum dan Gala Dinner di Malaysia
• 2 jam lalu
0
thumb
Viral Cibir Pasien BPJS di Medsos, Dokter PPDS RSUP Dr Sardjito Resmi Dinonaktifkan | BERUT
• 15 jam lalu
0
thumb
Teknologi DM BYD Didukung Ekosistem Layanan Purna Jual
• 2 jam lalu
0
thumb
Nakes RSUD Tasikmalaya Penghujat Pasien BPJS di Medsos Minta Maaf
• 19 jam lalu
0
thumb
Isu Pergantian Kapolri Dinilai Dihembuskan Pihak yang Terganggu Kasus Febrie Adriansyah
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.