Pengemudi cukup menghentikan kendaraan di area drop-off, kemudian mengaktifkan fitur SIVP melalui aplikasi pada smartphone. Setelah itu, kendaraan bergerak secara otomatis menyusuri area parkir, mencari slot yang tersedia, dan melakukan manuver parkir dengan bantuan sistem navigasi internal.
Tidak hanya dapat memarkirkan kendaraan secara mandiri, teknologi ini juga memungkinkan pengguna memanggil kembali mobil ke titik penjemputan yang sama. Selama proses berlangsung, pengguna dapat memantau kondisi di sekitar kendaraan melalui tayangan video real-time pada aplikasi smartphone, sekaligus menghentikan proses apabila diperlukan. Didukung 27 Sensor untuk Membaca Kondisi Sekitar Kemampuan J7 SHS-P SIVP berjalan tanpa pengemudi didukung oleh sistem yang menggabungkan 27 sensor presisi tinggi. Perangkat tersebut terdiri atas tiga radar gelombang milimeter, 11 kamera, 12 radar ultrasonik, dan satu unit LiDAR DToF jarak jauh yang menghasilkan pemantauan 360 derajat tanpa titik buta. Baca Juga:
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro, Ada Penambahan Fitur Baru
Seluruh sensor bekerja secara real-time untuk membaca kondisi di sekitar kendaraan, termasuk ketika melintasi area parkir yang padat. LiDAR DToF juga berfungsi mengenali hambatan di area dengan pencahayaan minim, seperti basement parkir, termasuk objek rendah atau kendaraan yang datang dari arah lain.
Demi menjaga keselamatan, kecepatan kendaraan saat fitur SIVP aktif dibatasi hingga 10 km per jam. Menurut pabrikan, teknologi tersebut juga telah diuji agar tetap dapat beroperasi pada berbagai kondisi cuaca, mulai dari suhu tinggi hingga hujan deras.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa SIVP merupakan fitur berkendara berbantuan (assisted driving), bukan pengganti pengemudi. Pengemudi tetap harus waspada dan siap mengambil alih kendali kendaraan kapan saja. Selain itu, fitur hanya diaktifkan ketika koneksi jaringan stabil dan kendaraan berada di area parkir yang terpisah dari jalan umum.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)






Komentar (0)