Kemnaker Perluas Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas Lewat Peningkatan Kompetensi

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, KENDARI - Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui peningkatan kompetensi, penguatan program pelatihan, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha.

Upaya tersebut ditegaskan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat mengunjungi Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8).

BACA JUGA: Menaker Yassierli Tekankan Penyandang Disabilitas Harus Dapat Kesempatan Kerja yang Setara

Dalam kunjungannya tersebut, Menaker Yassierli meninjau pelaksanaan program pemberdayaan tenaga kerja di BPKK Kendari, termasuk pelatihan bagi penyandang disabilitas yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Saat ini, sebanyak 40 penyandang disabilitas mengikuti proses pengenalan dan pelatihan di balai tersebut sebelum ditempatkan pada sektor industri ringan.

BACA JUGA: Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub

Menurut Yassierli, penguatan kompetensi menjadi kunci agar penyandang disabilitas memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.

"Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ujar Yassierli dalam keterangannya, Kamis (6/8).

BACA JUGA: Lewat MagangHub dan Pelatihan Vokasi, Kemnaker & Industri KEK Mandalika Perkuat Kolaborasi

Untuk memperluas peluang penempatan kerja, BPKK Kendari juga akan menyelenggarakan kegiatan strategis di Makassar yang mempertemukan sekitar 50 perusahaan yang berkomitmen mempekerjakan penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Menaker Yassierli menegaskan BPKK Kendari memiliki peran strategis karena membawahi wilayah kerja yang luas.

Karena itu, lanjut dia, balai tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara pelatihan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal," katanya.

Menaker Yassierli juga meminta seluruh balai di lingkungan Kemnaker, baik Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun BPKK, agar semakin proaktif menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja.

"Kami terus mendorong balai-balai, baik BPVP maupun BPKK di seluruh Indonesia agar lebih proaktif dalam memberikan kontribusi nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja," tutupnya. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar Workshop, DWP Kemnaker Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Mau Tekor Dagang Lagi dengan Thailand, RI Mau Genjot Ekspor Ini
• 11 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Indonesia 2026: Kenapa Tertinggal dari Vietnam dan Filipina?
• 2 jam lalu
0
thumb
IHSG Sesi 1 Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.351,34
• 4 jam lalu
0
thumb
PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah 10 Tahun, Ratusan Atlet Berebut Tiket ke Kudus
• 21 jam lalu
0
thumb
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.