Pertumbuhan Pelanggan Digital Melambat, Saham New York Times Ambles 13%

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Saham perusahaan media ternama asal Amerika Serikat (AS), The New York Times Co. (NYT), merosot lebih dari 13 persen imbas pertumbuhan pelanggan digital pada kuartal II 2026 lebih lambat dari perkiraan pasar.

Mengutip Reuters pada Kamis (6/8), sepanjang April-Juni 2026, New York Times mendapat sekitar 280.000 pelanggan digital. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Visible Alpha yang memproyeksi penambahan 295.300 pelanggan, serta di bawah capaian kuartal sebelumnya yang mencapai 310.000 pelanggan.

Dengan tambahan tersebut, total pelanggan New York Times kini mencapai 13,35 juta.

Kinerja NYT menambah kekhawatiran investor soal penurunan trafik pencarian dan rujukan (referral) dari Google yang mulai memengaruhi media digital, termasuk New York Times, yang selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan media paling sukses dalam membangun bisnis langganan digital.

"Kami membukukan hasil kuartal II di tengah ekosistem informasi yang berubah sangat cepat, yang dibentuk oleh segelintir perusahaan teknologi besar, di mana kebijakan mereka terus mengakibatkan berkurangnya trafik ke penerbit media," ujar Chief Executive Officer (CEO) New York Times, Meredith Kopit Levien, dalam paparan kinerja perusahaan.

Perusahaan menargetkan memiliki 15 juta pelanggan pada akhir tahun depan. Demi mencapai target tersebut, New York Times harus menambah rata-rata 275.000 pelanggan setiap kuartal selama 1,5 tahun ke depan.

Melambatnya pertumbuhan pelanggan terjadi meski New York Times telah menghapus paywall untuk seluruh liputan Piala Dunia FIFA di platform olahraga The Athletic, serta menghadirkan format liputan baru yang berhasil menarik jumlah pembaca terbesar sepanjang sejarah situs tersebut.

Selain itu, perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan dari langganan digital pada kuartal III hanya berada di kisaran 12-15 persen.

Titik tengah proyeksi berada di bawah ekspektasi analis sebesar 14,2 persen. Meski demikian, Meredith optimistis inovasi dalam liputan olahraga bakal menjadi pendorong pertumbuhan pada musim kompetisi NFL mendatang.

Ia juga menyebut konten video sebagai peluang bisnis jangka panjang, meskipun hingga kini kontribusinya terhadap pertumbuhan pendapatan iklan masih relatif kecil.

Kini, aplikasi utama New York Times telah dilengkapi fitur video vertikal TikTok lewat tab Watch, serta kanal Shows yang menyajikan serial video berdurasi panjang sesuai permintaan pengguna.

Di sisi lain, pendapatan iklan perusahaan mencatat kinerja positif. Total pendapatan iklan naik 11,3 persen menjadi USD 149,1 juta, melampaui perkiraan analis sebesar USD 146,4 juta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prediksi Persija Jakarta vs Arema FC di Perebutan Peringkat 3 Piala Presiden 2026: Bukan Sekadar Duel Formalitas
• 6 jam lalu
0
thumb
Suwardi Thahir Prioritaskan Peningkatan Kompetensi Wartawan dan Digitalisasi PWI Sulsel
• 13 menit lalu
0
thumb
3 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Tahu Terima Kasih
• 16 jam lalu
0
thumb
Kalla Institute Dorong Transformasi Digital Industri Rumah Tangga Sambusa Pangkep
• 18 jam lalu
0
thumb
Polrestabes Medan Sebut Istri Polisi Bunuh Diri, Keluarga Minta Usut Tuntas
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.