Pemerintah Jamin Situasi Terkendali, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengumpulkan para petinggi penegak hukum, pertahanan, dan intelijen di kantornya, Rabu (5/8/2026).

Mereka yang terlihat hadir meliputi Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Pertemuan mereka berlangsung setelah media sosial diramaikan oleh beredarnya video demonstrasi dan isu gelombang massa pada Agustus 2026.

Terkendali

Usai pertemuan itu, Djamari memastikan kondisi di dalam negeri sangat terkendali.

Baca juga: Ada Dugaan Pola Amplifikasi Terkoordinasi di Balik Isu Demo Agustus di Media Sosial

“Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap. Dan perkembangan situasi terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua,” kata Djamari.

Meski begitu, Djamari mengakui, tidak sedikit informasi yang tersebar di media sosial beberapa hari terakhir ini mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Ia menyebutkan, informasi itu disebarluaskan dalam bentuk hoaks, disinformasi, fitnah, hingga kebencian.

Oleh karena itu, Djamari meminta masyarakat tidak perlu terganggu dengan informasi tersebut karena pemerintah disebut menanganinya dengan baik.

“Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu,” kata purnawirawan jenderal TNI itu.

Hoaks dan video lama

Djamari pun memastikan video-video yang beredar beberapa hari terakhir di media sosial dengan menampilkan aksi unjuk rasa merupakan hoaks.

Djamari menyebutkan, video-video yang dibagikan itu adalah rekaman lama, sedangkan tidak ada aksi unjuk rasa besar di Indonesia saat ini.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tak Larang Demo, Menko Polkam: Yang Dilarang Tindakan Anarkistis

“Saya jawab ya, satu ini. Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di Tanah Air kita, ada hoaks-hoaks yang seperti itu,” kata Djamari.

“Mungkin itu terjadi pada masa lalu. Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada,” ujar dia.

Djamari mengatakan, pemerintah telah memantau informasi yang beredar di media sosial dan tidak menemukan adanya aksi unjuk rasa seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Itu sama sekali tidak ada (demo saat ini), sama sekali tidak kita temukan itu,” ujar dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia saat Bermain di Singapura: Garuda Ganas di Awal, tapi Tim Singa Masih Unggul
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Jamin Harga Pertalite Tak Naik sampai Akhir 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Lakalantas Periode Juli 2026 Turun 22,92%
• 7 jam lalu
0
thumb
Warga Jakbar Apresiasi Kehadiran Dishub Untuk Urai Kemacetan di Kembangan
• 12 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.