BGN Ancam Sanksi Pidana Dapur MBG Jika Terbukti ada Unsur Sabotase

eranasional.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab kasus keracunan makanan.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan setiap dapur yang terindikasi bermasalah akan langsung dibekukan sementara operasionalnya untuk menjalani proses investigasi menyeluruh.

Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) maupun aturan keamanan pangan, izin operasional dapur tersebut akan dicabut secara permanen.

Dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8), Sudaryono mengatakan seluruh sampel makanan dari dapur yang disuspensi akan diuji di laboratorium oleh Dinas Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, penanganan kasus keracunan dalam pelaksanaan Program MBG menjadi prioritas utama pemerintah. BGN menargetkan tercapainya zero tolerance atau tidak ada lagi kasus keracunan dalam program tersebut.

Berdasarkan evaluasi awal, sebagian besar insiden diduga dipicu oleh pelanggaran prosedur dalam proses pengolahan makanan, khususnya terkait waktu memasak.

Di sejumlah daerah, seperti Semarang dan Jayapura, makanan diketahui dimasak sejak malam hari untuk didistribusikan dan dikonsumsi pada siang hari berikutnya.

“Jeda waktu yang terlalu lama berpotensi menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan risiko kontaminasi,” ujar Sudaryono.

Selain faktor kelalaian operasional, BGN juga membuka kemungkinan adanya unsur sabotase.

Jika dalam proses investigasi ditemukan indikasi kesengajaan, penanganan kasus akan dilimpahkan kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, BGN juga menemukan indikasi bahwa sebagian gangguan kesehatan terjadi karena makanan MBG tidak langsung dikonsumsi di sekolah.

Beberapa siswa diketahui membawa makanan tersebut pulang untuk disantap bersama keluarga, sehingga kualitas makanan dapat berubah akibat penyimpanan yang tidak sesuai.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN akan memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah, khususnya guru yang bertugas sebagai person in charge (PIC), agar pengawasan distribusi makanan diperketat sekaligus memberikan edukasi kepada siswa supaya mengonsumsi makanan segera setelah dibagikan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa tim Kementerian Kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan dari sejumlah lokasi kejadian.

Hasil uji laboratorium pada salah satu kasus menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada beberapa menu makanan.

Temuan tersebut, beserta hasil evaluasi proses pengolahan, telah diserahkan kepada BGN sebagai dasar perbaikan sistem penyelenggaraan Program MBG.

Evaluasi itu dilakukan setelah terjadinya insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa SMKN 6 Semarang serta puluhan pelajar di Distrik Depapre, Jayapura.  []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian Hari Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemerintah AS Siapkan Aturan Deposit hingga Rp4,46 Miliar bagi Calon Pemegang Visa Imigran
• 8 jam lalu
0
thumb
Gempa M5,2 Guncang Pangandaran, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
• 19 jam lalu
0
thumb
Curry Barker dan Tony Hawk Jadi Bintang Video Musik Weezer, C.E.O.
• 7 jam lalu
0
thumb
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Kenali Potensi Bahari untuk Cintai Tanah Air
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.