Regenerasi tenaga mekanik truk menjadi perhatian PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). Melalui program Hino Indonesia Partnership School (HIPS), perusahaan menggandeng delapan sekolah kejuruan berbagai daerah untuk mencetak lulusan yang siap bekerja di industri kendaraan niaga.
Sales & After Sales Director PT HMSI, Susilo Darmawan, mengatakan pengembangan pendidikan vokasi bukan sekadar bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung kemajuan industri transportasi di Indonesia.
"Selama tiga tahun terakhir Hino telah membangun kemitraan dengan delapan SMK di berbagai daerah Indonesia. Bersama sekolah kami terus menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri melalui pengembangan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media praktik, hingga kesempatan magang," ujar Susilo dalam diskusi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Ia menjelaskan, materi yang sebelumnya hanya diberikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler kini mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Harapannya, lulusan SMK memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan niaga.
Menurut Susilo, hingga saat ini lebih dari 350 lulusan SMK telah bergabung dan bekerja di jaringan Hino di seluruh Indonesia. Ke depan, melalui program kelas industri Hino, perusahaan menargetkan sekitar 200 siswa akan lulus pada 2027 sebagai tenaga kerja yang siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan niaga.
Di sisi lain, kebutuhan mekanik kendaraan niaga masih cukup tinggi. Pasalnya, industri memerlukan tenaga yang memahami karakter kendaraan niaga, sedangkan pembelajaran di sebagian besar SMK masih berfokus pada kendaraan ringan.
"Kalau di pendidikan vokasi SMK ada kompetensi teknologi kendaraan ringan yang fokus ke mobil penumpang. Sementara untuk kendaraan besar belum banyak. Di sinilah dibutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri," timpal Hino Academy & Customer Center Division Head PT HMSI, Piter Andre, dalam acara yang sama.
Karena itu, Hino menggandeng sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan SMK.
Saat ini, program HIPS telah berjalan di delapan SMK yang tersebar di Tangerang, Yogyakarta, Kulon Progo, Sumatera Selatan, Jawa Timur, hingga Makassar.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Hino dalam menyiapkan mekanik kendaraan niaga yang kompeten sekaligus mendukung keselamatan transportasi melalui perawatan kendaraan yang sesuai standar.






Komentar (0)