Pontianak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memprioritaskan perlindungan kawasan permukiman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung selama 12 hari di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya.
"Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami," kata Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya Sulistiono di Sungai Raya, Kamis.
Sulistiono mengatakan api di kawasan tersebut kembali muncul meski sebelumnya telah dinyatakan padam, sehingga petugas harus melakukan pemadaman ulang untuk mencegah kobaran merambat ke rumah warga.
Ia mengatakan luas lahan yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melebihi 10 hektare dan masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih berlangsung.
Baca juga: Kemenhut intensifkan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalbar
Menurut Sulistiono, lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio, sehingga menjadi perhatian serius mengingat potensi dampak asap terhadap aktivitas penerbangan.
Selain di Arwana Indah, titik karhutla yang juga menjadi perhatian berada di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, karena luas area yang terbakar cukup besar.
Dia menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air, sehingga BPBD harus mengandalkan dukungan berbagai pihak, termasuk Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), relawan pemadam kebakaran, serta unsur penanggulangan karhutla lainnya.
"Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan," tuturnya.
Baca juga: Pemadaman karhutla gambut Kubu Raya terus diupayakan
Sulistiono mengungkapkan personel di lapangan mulai mengalami kelelahan setelah hampir satu bulan menangani karhutla di sejumlah lokasi, termasuk 12 hari berturut-turut melakukan pemadaman di kawasan Arwana Indah.
Menurut dia, sejumlah petugas BPBD dan relawan sempat mengalami kelelahan akibat paparan asap dan beban kerja yang tinggi, bahkan beberapa diantaranya harus menjalani perawatan karena kondisi fisik menurun.
Ia mengapresiasi bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dinilai membantu menjaga kondisi kesehatan personel selama bertugas di lapangan.
"Kamis berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, baik melalui penyediaan logistik, peralatan, maupun layanan kesehatan bagi petugas agar upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan optimal selama musim kemarau," katanya.
Baca juga: Banyak lahan gambut, Pemkab Kubu Raya perkuat kesiagaan karhutla
"Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami," kata Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya Sulistiono di Sungai Raya, Kamis.
Sulistiono mengatakan api di kawasan tersebut kembali muncul meski sebelumnya telah dinyatakan padam, sehingga petugas harus melakukan pemadaman ulang untuk mencegah kobaran merambat ke rumah warga.
Ia mengatakan luas lahan yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melebihi 10 hektare dan masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih berlangsung.
Baca juga: Kemenhut intensifkan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalbar
Menurut Sulistiono, lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio, sehingga menjadi perhatian serius mengingat potensi dampak asap terhadap aktivitas penerbangan.
Selain di Arwana Indah, titik karhutla yang juga menjadi perhatian berada di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, karena luas area yang terbakar cukup besar.
Dia menjelaskan proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air, sehingga BPBD harus mengandalkan dukungan berbagai pihak, termasuk Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), relawan pemadam kebakaran, serta unsur penanggulangan karhutla lainnya.
"Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan," tuturnya.
Baca juga: Pemadaman karhutla gambut Kubu Raya terus diupayakan
Sulistiono mengungkapkan personel di lapangan mulai mengalami kelelahan setelah hampir satu bulan menangani karhutla di sejumlah lokasi, termasuk 12 hari berturut-turut melakukan pemadaman di kawasan Arwana Indah.
Menurut dia, sejumlah petugas BPBD dan relawan sempat mengalami kelelahan akibat paparan asap dan beban kerja yang tinggi, bahkan beberapa diantaranya harus menjalani perawatan karena kondisi fisik menurun.
Ia mengapresiasi bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dinilai membantu menjaga kondisi kesehatan personel selama bertugas di lapangan.
"Kamis berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, baik melalui penyediaan logistik, peralatan, maupun layanan kesehatan bagi petugas agar upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan optimal selama musim kemarau," katanya.
Baca juga: Banyak lahan gambut, Pemkab Kubu Raya perkuat kesiagaan karhutla






Komentar (0)