Diplomasi Israel dan Lebanon menghadapi tantangan baru menyusul serangan kejutan yang dilakukan oleh Tel Aviv ke Beirut. Hal itu bahkan membuat negosiasi keduanya berakhir lebih cepat di Roma, Italia.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pembicaraan kedua negara selesai lebih cepat. Ia menyebut keputusan itu dipengaruhi oleh "perkembangan di lapangan", yang merujuk pada serangan militer dari Israel ke Lebanon Selatan.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terbantu WFH ASN: Pembangunan Meningkat Dibanding Saat Masuk Tiap Hari
"Diskusi berfokus pada berbagai isu politik dan militer dan berlangsung sangat produktif. Tim teknis telah membuat kemajuan dalam menentukan rincian penting implementasi dari Kerangka Kerja Trilateral," kata Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dikutip Kamis (6/8/2026).
Amerika Serikat juga negosiasi tak berhenti sepenuhnya. Washington memastikan pembicaraan akan kembali dilanjutkan sesuai jadwal pada hari berikutnya.
Sementara Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter menyebut penghentian sementara pembicaraan dipicu oleh kebocoran informasi yang menurutnya dilakukan delegasi dari Lebanon.
Menurut Leiter, Israel kemudian meminta mediator menghentikan sementara perundingan sebelum jadwal yang telah ditentukan. Hal itu jelas berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Washington.
Adapun putaran perundingan kali ini bertujuan membentuk kelompok kerja yang membahas enam isu utama, yakni penetapan batas maritim, batas darat, evaluasi zona percontohan yang kini dijaga tentara lokal, pelucutan senjata kelompok militan hingga penghentian aliran dana Iran ke Lebanon.
Namun Israel tiba-tiba melancarkan serangan ke Tebnine. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan satu orang tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Terungkap Pihak Terakhir Pemegang Dokumen Fisik Ijazah Jokowi Sebelum Hilang dari Sorotan Publik
Israel sendiri menyatakan operasi dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah. Namun mereka masih belum merinci bentuk pelanggaran yang dimaksud.






Komentar (0)