Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi merespons dugaan tenaga kesehatan (nakes) menghina pasien BPJS lantaran mengeluh harus menunggu delapan jam untuk mendapat kamar rawat inap. Dia menyayangkan pernyataan para nakes dan mendesak adanya sanksi tegas jika hal itu terbukti benar.
"Saya sangat menyayangkan munculnya komentar satir, merendahkan, bahkan menghina pasien yang sedang berjuang mendapatkan pelayanan kesehatan. Apalagi bila benar komentar itu disampaikan oleh tenaga medis atau nakes," kata Ashabul saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).
Ashabul menegaskan profesi tenaga kesehatan bukan hanya menuntut kompetensi, tetapi juga empati, etika, dan penghormatan terhadap martabat pasien. "Bercanda soal penyakit, kematian, atau menyuruh pasien masuk ruang jenazah jelas tidak pantas dan tidak bisa dianggap sekadar candaan di media sosial," imbuhnya.
Meski begitu, Ashabul meminta Kemenkes beserta stakeholder terkait memverifikasi lebih dulu para nakes yang diduga menghina pasien BPJS tersebut. Dia mendesak nakes tersebut diperiksa.
"Bila terbukti mereka adalah nakes dan terdapat pelanggaran etik atau disiplin, harus ada sanksi yang tegas dan proporsional. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan secara keseluruhan," ucap dia.
(maa/lir)





Komentar (0)