JAKARTA, DISWAY.ID - Kabar positif datang dari pasar kerja Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa angka pengangguran mengalami penurunan, sementara serapan tenaga kerja meningkat sepanjang Semester I 2026.
Perkembangan tersebut sejalan dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kondisi ketenagakerjaan nasional semakin membaik.
BACA JUGA:Dugaan Patgulipat Febrie dan Perusahaan Don Ritto Mulai Diusut Kejagung, Ini Faktanya
Airlangga mengatakan, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2026 mencapai 148,19 juta orang.
Hingga Mei 2026, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 24 ribu orang, sehingga total pengangguran turun menjadi 7,22 juta orang.
"Di Februari, jumlah orang yang bekerja sebesar 148,19 juta orang. Per bulan Mei, angka pengangguran turun 24 ribu, sehingga jumlah pengangguran adalah 7,22 juta orang," tutur Menko Airlangga kepada Disway dan awak media lainnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 Agustus 2026.
Selain penurunan angka pengangguran, Menko Airlangga menambahkan jumlah serapan tenaga kerja pun kini juga meningkat pesat.
BACA JUGA:Tembus 35 Guru Besar, UNAS Perkuat Riset AI dan Inovasi Nasional
Dalam hal ini, dirinya mengungkapkan bahwa jumlah serapan tenaga kerja di Semester I 2026 adalah sebesar 1,45 juta tenaga kerja langsung, atau naik sebanyak 15 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.
"Jadi, jumlah orang yang bekerja lebih banyak 15 persen dari tahun lalu. Dan di tengah adanya beberapa isu ataupun kasus-kasus PHK, jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru meningkat dengan tinggi," ujar Airlangga.
Di sisi lain, hal serupa pun juga diutarakan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud.
Menurutnya, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Selain itu, BPS juga mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.
BACA JUGA:APBN Tanggung Pokok dan Bunga Kredit Kopdes Rp240 Triliun, Purbaya: Cicilan Pertama Cair September 2026
- 1
- 2
- »






Komentar (0)