Fadli Zon Tanggapi Soal Kabinet Bayangan: Silahkan Kritik, Asal Punya Dasar Kuat

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai keberadaan kabinet bayangan merupakan sesuatu yang lazim dalam sistem demokrasi.

Menurut Fadli, pembentukan kabinet bayangan umumnya dilakukan oleh kelompok atau partai yang berada di luar pemerintahan.

Baca Juga :
Fadli Zon Soal Pidato 'Londo Ireng' Prabowo: Cuma Bercanda, Kalau Bukan Pengkhianat Tak Perlu Tersinggung
Fakta-fakta Kabinet Bayangan, Ini Daftar 15 Menterinya

"Kalau saya melihat, biasanya kalau orang menyebut kabinet bayangan itu adalah partai oposisi," kata Fadli di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, konsep shadow cabinet atau kabinet bayangan lebih dikenal di negara yang menerapkan sistem parlementer, seperti Inggris.

Dalam sistem tersebut, partai oposisi membentuk kabinet bayangan untuk mengawasi jalannya pemerintahan sekaligus menawarkan alternatif kebijakan kepada publik.

"Kalau di Inggris misalnya yang berkuasa Partai Buruh, maka yang menjadi shadow government adalah Partai Konservatif. Sebaliknya, kalau yang berkuasa Partai Konservatif, maka yang menjadi shadow government adalah Partai Buruh," ujarnya.

Fadli kemudian menyinggung kondisi di Indonesia. Menurutnya, kabinet bayangan yang muncul di Tanah Air kemungkinan berasal dari kalangan pengamat.

"Nah, saya enggak tahu kalau yang ini sih mungkin pengamat, pengamat bayangan," katanya.

Meski demikian, Fadli memandang kehadiran kabinet bayangan tetap menjadi bagian dari dinamika kehidupan demokrasi.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan munculnya kritik terhadap pemerintah. Bahkan, sebelum menjadi menteri, dirinya dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Tapi ya bagus-bagus saja di dalam demokrasi kita supaya ada kritik. Saya juga dulu tukang kritik, jadi biasa-biasa saja," kata Fadli.

Menurut Fadli, yang paling penting bukan keberadaan kabinet bayangan, melainkan kualitas kritik yang disampaikan. Ia berharap setiap kritik bersifat tajam, argumentatif, dan memiliki dasar yang kuat.

"Yang paling penting itu kritiknya tajam, tetapi juga argumentatif dan mendasar," ucapnya.

Baca Juga :
Gibran Soal Kabinet Bayangan: Setiap Warga Negara Punya Hak Sampaikan Kritik ke Pemerintah
Direktur FBI Temui Prabowo di Kertanegara, Bawa Pulang Artefak Budaya Indonesia yang Diselundupkan ke AS
Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno, Ini Maknanya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berseteru dengan Sarwendah, Ruben Onsu Minta Maaf ke Anak: Ini Cara Ayah agar Bersama Kalian
• 21 jam lalu
0
thumb
BGN Targetkan Angka Keracunan MBG Turun hingga Nol
• 8 jam lalu
0
thumb
Masyarakat Bisa Mulai Daftar Jadi Peserta Upacara HUT ke-81 RI di Istana Hari Ini, Cek Syaratnya!
• 21 jam lalu
0
thumb
Foto: Gol Yuran Fernandes Bawa Persebaya ke Final Piala Presiden 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Pengelola Tol Cimanggis-Cibitung Lakukan Ini Tingkatkan Layanan ke Para Pengguna Jalan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.