KemenP2MI Dorong Sirkulasi Otak Lewat Program SMK Go Global

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menargetkan program SMK Go Global mampu mendorong brain circulation atau sirkulasi otak, yaitu pergerakan timbal balik pekerja terampil dari negara penempatan kembali ke Indonesia. Program ini diharapkan menciptakan kumpulan talenta dengan kompetensi standar global, pengalaman profesional, dan etos kerja yang mumpuni.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyatakan bahwa sirkulasi otak ini memungkinkan para pekerja yang kembali ke Tanah Air untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional. "Banyak mantan pekerja migran yang telah menyelesaikan kontrak di luar negeri pulang untuk mendirikan usaha mikro atau mengejar peluang karier yang lebih baik di Indonesia," ujar Mukhtarudin di Jakarta, Rabu.

Untuk memastikan implementasi program berjalan lancar dan berkelanjutan, kementerian telah mengadopsi kerangka strategis delapan poin. Kerangka ini secara konseptual terbagi menjadi lima strategi implementasi dan tiga tujuan utama.

Lima Strategi Implementasi

Lima strategi implementasi tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja global. Selain itu, strategi ini memastikan para calon pekerja migran memanfaatkan jalur penempatan yang legal dan aman.

Strategi selanjutnya berfokus pada pengamanan posisi pekerjaan di luar negeri yang berkualitas tinggi dan sesuai permintaan. Peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja sekaligus mendongkrak cadangan devisa negara juga menjadi perhatian utama, di samping pengelolaan program yang profesional, transparan, dan terintegrasi.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Tiga Tujuan Utama

Sementara itu, tiga tujuan utama program ini meliputi dampak sosial positif seperti peningkatan kesempatan kerja, pengembangan tenaga kerja yang sangat profesional, serta pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh remitansi. KemenP2MI optimistis program SMK Go Global akan menjadi katalisator dalam mencetak talenta unggul.

"Kementerian optimistis bahwa program SMK Go Global akan berfungsi sebagai katalis untuk menghasilkan talenta papan atas, memperluas peluang kerja yang aman bagi pekerja terampil, dan memperkuat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045," kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin menekankan bahwa kerangka strategis tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan penempatan pekerja migran guna mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing global. "Inilah tepatnya yang kami maksud dengan sirkulasi otak," tegasnya.

Pemerintah menargetkan dapat memfasilitasi pekerjaan di luar negeri bagi 500 ribu talenta Indonesia antara tahun 2026 hingga 2029 melalui program ini. Angka tersebut terdiri dari 300 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 200 ribu individu dari masyarakat umum.

Untuk mencapai target tersebut, kementerian merencanakan pelatihan dan penempatan 40 ribu calon pekerja migran pada 2026. Jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 140 ribu pada 2027, lalu 180 ribu pada 2028, dan kembali ke angka 140 ribu pada 2029.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Merekam Seseorang Tanpa Izin di Ruang Publik Berpotensi Langgar Etika dan Perlindungan Data Pribadi
• 21 jam lalu
0
thumb
Purbaya Ambil Alih KCIC dari Danantara, Sebut Tak Bebani APBN
• 13 jam lalu
0
thumb
Siapkan SDM Untuk Transisi Energi, PLN dan IT PLN Beri Pelatihan Energi Terbarukan Bagi Siswa SMA
• 16 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Berangkat ke Singapura Sore Ini: Asa Terakhir Lolos Semifinal Piala AFF 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Pastikan Keamanan Terkendali, Menko Polkam: Saya Pergi ke Pasar Tradisional dan Mal Aman
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.