Karena itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berkomitmen untuk memberikan pelayanan purna jual (aftersales) terbaik untuk konsumen mereka yang notabene para pelaku bisnis.
“Kendaraan tersebut akan digunakan sepanjang bisnis mereka. Karena itu aftersales sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa kendaraan yang dimiliki konsumen kami bisa berfungsi sesuai yang diharapkan sehingga tidak menghambat operasional bisnis mereka,” kata Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi kepada Medcom.id, Rabu, 5 Agustus 2026.
Komitmen purna jual tersebut juga ditunjukkan IAMI di event pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
“Di event GIIAS ini kami secara spesifik mengalokasikan tempat khusus untuk aftersales karena kita ingin menunjukkan kalau Isuzu itu sangat fokus dengan pelanggan. Kami tidak hanya fokus dalam membuat kendaraan dan manufaktur bertaraf internasional tapi juga fokus untuk mengedepankan aftersales sebagai strategi kami. Kedekatan kita ke customer melalui sales, service, dan spare parts,” sambung Anjar.
PT IAMI kini mengembangkan pendekatan layanan purna jual dengan fokus menjaga kendaraan pelanggan tetap beroperasi secara optimal. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan niaga Isuzu.
Baca Juga :
Ragam Kendaraan Niaga Isuzu di GIIAS 2026: Campervan hingga Salon BerjalanKontrak servis
Untuk memperkuat layanan, Isuzu juga menawarkan kontrak servis bagi pelanggan armada atau fleet customer. Program tersebut membantu pelanggan memperoleh kepastian biaya perawatan sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga suku cadang melalui paket layanan yang lebih kompetitif.
Tahun ini Isuzu sudah menambah 22 unit BIB, dari semula 140 unit menjadi 166 unit dengan investasi sekitar Rp400 juta per unit BIB atau total sekitar Rp8 miliar. Menurut Anjar, strategi layanan jemput bola lewat BIB itu menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan kompetitor.
Kendaraan Isuzu aman konsumsi B50
Isuzu juga menegaskan kalau unit kendaraan niaga mereka aman menggunakan bahan bakar solar dengan spesifikasi terbaru yakni campuran unsur nabati sebesar 50 persen atau B50. Saat ini, Isuzu sedang melakukan pengujian hingga 60 ribu kilometer dan tidak menemukan kendala apapun.
“Penggunaan B50 juga normal-normal saja dari sisi efisiensi dan performa semuanya berjalan normal untuk kendaraan kami,” terang Anjar.
“Kita sedang melakukan tes untuk Traga, Giga itu sepanjang 60 ribu km dan masih berlangsung. Dalam proses tes kami tidak mendapatkan kendala, semuanya normal, performa masih oke, efisiensinya oke, kehandalan masih oke tapi. Ini masih berlangsung tapi sampai 60 ribu km kemungkinan masih normal,” terangnya.
Meski begitu, Anjar menekan dua hal penting yang wajib untuk dipahami dan dilakukan oleh pelanggan Isuzu.
“Ada dua hal yang kita tekankan kepada pelanggan ya. Pertama memastikan mereka menggunakan bahan bakar dari sumber terpercaya atau sumber resmi. Kedua secara disiplin melakukan perawatan berkala terhadap kendaraan Isuzu itu sendiri termasuk di dalamnya pemeriksaan maupun pergantian spare part,” beber Anjar.
Suku cadang genuine mendukung uptime kendaraan
Untuk menjaga kualitas kendaraan, pihak Isuzu selalu mengedukasi konsumen untuk menggunakan parts genuine dan menghindari penggunaan parts atau suku cadang imitasi alias palsu.
“Makanya kita menekankan di area aftersales (booth Isuzu) soal perbandingan durabilitas ataupun kualitas dari barang part imitasi dibanding part genuine. Mungkin terasa murah di depan tapi kalau secara total cost ownership atau kebutuhan pelanggan untuk bisnis mereka justru bisa bermasalah, itu ada simulasinya. Finaly tetap lebih aman menggunakan genuine dan hati-hati lho garansi juga bisa hangus kalau menggunakan part imitasi,” tambah Anjar.
Lebih lanjut, Part & Service Business Strategy Division Head PT IAMI, Budi Prasetyo menambahkan, produk suku cadang asli Isuzu sudah terjamin dari sisi kualitas.
“Produk (suku cadang) genuine Isuzu sudah melewati tes dan kita tahu produk kita sesuai dengan kebutuhan customer sehingga kita berani kasih jaminan. Karena itu kita menganjurkan customer pakai produk asli karena kualitas bisa kita kontrol,” kata Budi.
Suku cadang asli juga menjadi bagian penting dalam mendukung uptime kendaraan niaga Isuzu. “Kalau kita bermain di kendaraan niaga yang paling penting itu adalah uptime, bagaimana unit konsumen semaksimal mungkin terus beroperasi. Kalau ngomongin brand di dunia ini tidak ada yang tidak bisa rusak, semua bisa rusak tapi bagaimana kita meng-handle itu dengan perawatan dan perbaikan sehingga uptime-nya semakin panjang,” pungkas Budi.
(Ki-ka: Business Solutions Director PT IAMI, Anjar Rosjadi dan Part & Service Business Strategy Division Head PT IAMI, Budi Prasetyo)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)






Komentar (0)