Kasus Mutilasi di Depok: Ketua RT Buka Suara soal Hubungan Pelaku dengan Korban

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Polisi melakukan olah TKP di sebuah kontrakan di Depok, Jawa Barat (Jabar), terkait kasus mutilasi di wilayah tersebut, Rabu (5/8/2026). (Sumber: KOMPASTV/HIDAYATUL MULYADI)

DEPOK, KOMPAS.TV - Ketua RT setempat bernama Aris menceritakan pertemuannya dengan terduga pelaku dan korban mutilasi di Depok, Jawa Barat (Jabar), sampai hubungan yang terjadi diantara keduanya. 

Dalam kasus ini, terduga pelaku merupakan pria berinisial S (26), sementara korban adalah pria berinisial K (51). 

Aris mengungkap terduga pelaku sudah beberapa bulan mengontrak di wilayah yang diurusnya itu. 

Ia pun mengaku pernah melihat terduga pelaku maupun korban ketika berkeliling wilayah setempat. 

"Pertama lagi ngontrak itu kebetulan saya lagi keliling untuk Ramadan, pemungutan kegiatan Ramadan, itu sekitar 6-7 bulan yang lalu. Itu saya ketemu sama si korban dan ketemu sama si yang ngebunuh," bebernya di Depok, Rabu (5/8/2026). 

Aris menjelaskan, ketika dia berkeliling saat itu, kebetulan rumah kontrakan itu terbuka. Ia pun menegur dan menanyakan beberapa hal pada terduga pelaku. 

Saat itulah ia mengetahui terduga pelaku mengontrak di salah satu kontrakan yang ada di wilayah tersebut. 

Polisi melakukan olah TKP di sebuah kontrakan di Depok, Jawa Barat (Jabar), terkait kasus mutilasi di wilayah tersebut, Rabu (5/8/2026). (Sumber: KOMPASTV/HIDAYATUL MULYADI)

Baca Juga: Polisi Lakukan Olah TKP Kasus Mutilasi Pria di Depok

Aris kemudian memintanya lapor dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). 

Ia mengaku juga menanyakan ada berapa orang yang tinggal di kontrakan itu, yang lantas dijawab dua orang. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • mutilasi
  • depok
  • mutilasi depok
  • ketua rt
  • pembunuhan
  • pelaku
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Dosen UIN Alauddin Makassar Lolos Scholar Kemenag ke AS-Belanda
• 17 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 6 Agustus 2026 Meroket, Cek Harganya!
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai Target APBN 5,4%
• 16 jam lalu
0
thumb
Komite Parlemen India Beri Tenggat Tiga Hari kepada Mark Zuckerberg untuk Minta Maaf atas Pemblokiran Unggahan Narendra Modi
• 15 jam lalu
0
thumb
KPK Sita 8.500 Dollar Singapura dari Penggeledahan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.