JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat kepolisian dari ISESS, Bambang Rukminto, menilai isu penggantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mencuat belakangan ini sebatas "cek ombak" atau perang narasi.
Bambang menilai rumor penggantian Kapolri merupakan isu wajar mengingat Listyo Sigit telah menjabat selama lima tahun.
Selain itu, Bambang menyoroti friksi yang terjadi antara Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sehubungan kasus eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
"Kalau secara politik keamanan, ini adalah perang narasi untuk memperebutkan persepsi publik. Hanya sekadar cek ombak saja seberapa jauh dukungan untuk melakukan pergantian Kapolri," kata Bambang Rukminto dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Rabu (5/8/2026).
"Ketika dukungan masyarakat untuk segera mengganti Jenderal Listyo Sigit menguat, tentu ini akan ada upaya pergantian, tapi Presiden juga akan mengukur apa keuntungan straegis dari penggantian Kapolri saat ini."
Baca Juga: Habiburokhman Minta Isu Penggantian Kapolri Disudahi: Tidak Benar jika Ada Surpres
Bambang menilai isu penggantian Kapolri kemungkinan diembuskan oleh pihak-pihak tertentu, baik dari kalangan dalam atau luar Istana Kepresidenan.
Meskipun demikian, Bambang menyebut penggantian Kapolri saat eskalasi keamanan meningkat justru akan merugikan pemerintahan Prabowo Subianto. Menurutnya, situasi keamanan saat ini sedang menghangat seperti saat demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2025 lalu.
"Kalau kemudian muncul pergantian Kapolri saat kondisi eskalasi meningkat, tenti ini akan kontraproduktif dengan pemerintahan Presiden Prabowo sendiri," katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta spekulasi penggantian Kapolri Listyo Sigit segera diakhiri.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- surpres penggantian kapolri
- isu penggantian kapolri
- kapolri listyo sigit
- pengamat kepolisian
- cek ombak ganti kapolri
- cek ombak






Komentar (0)