Respons Kasus Pasien BPJS Yurizal Meninggal dan Viral Dirundung Nakes, Menkes: Saya Merasa Gagal

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal kasus pasien pengguna BPJS Kesehatan yang meninggal dunia usai tidak mendapatkan ruangan perawatan setelah 8 jam di rumah sakit. Kasus meninggalnya pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan itu akan dijadikan bahan evaluasi.

Budi mengungkapkan, salah satu tugasnya sebagai Menkes adalah menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Karena itu, ia mengaku sedih ketika ada masyarakat yang meninggal dunia di bawah rata-rata angka harapan hidup.

Baca Juga
  • Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trenggalek
  • Terseret Skandal Pelecehan Seksual, Jared Leto 'Didepak' Film Assassination
  • Obat Kangen Indonesia di Luar Negeri Cuma Modal YouTube

"Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita tuh ada yang meninggal muda," kata dia saat ditanya soal kasus Yurizal di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, kasus itu akan menjadi bahan evaluasi bagi Kemekes agar selalu dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan begitu, rata-rata angka harapan hidup warga Indonesia bisa meningkat menjadi 76 tahun.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Budi mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, ia berupaya untuk terus memperbaiki kekurangan yang ada, mulai dari sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia (SDM).

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya. Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar itu kita bisa laksanakan," ujar dia.

Sebelumnya, informasi mengenai Yurizal yang meninggal dunia menjadi sorotan publik di media sosial. Pasalnya, beberapa hari lalu pasien itu sempat mengeluhkan tidak mendapatkan ruangan di rumah sakit setelah menunggu selama 8 jam.

Keluhan yang disampaikannya melalui akun Threads @yurizaltrich itu sempat mendapatkan respons dari warganet lainnya. Alih-alih mendapatkan dukungan, ketika itu banyak pihak yang justru menyalahkannya, termasuk dari sejumlah akun yang diketahui belakangan merupakan tenaga kesehatan (nakes). 

Komentar dari para nakes itu dinilai banyak pihak sebagai bentuk nirempati terhadap pasien. Terlebih, belakangan pasien pengguna BPJS Kesehatan itu diketahui meninggal dunia sekitar sepekan setelah menyampaikan keluhannya di media sosial. 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trabzonspor Resmi Rekrut Salah
• 9 jam lalu
0
thumb
Skill yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Tambahan Tanpa Harus Keluar Rumah
• 6 jam lalu
0
thumb
Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Sudah Baik, Targetkan 6 Persen di Akhir Tahun
• 7 jam lalu
0
thumb
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Halmahera Barat
• 21 jam lalu
0
thumb
Menlu Kuba Salahkan Embargo AS atas Krisis Listrik Nasional
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.