Pemerintah masih mengkaji kebutuhan stimulus pada semester II-2026 untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, termasuk potensi gangguan terhadap sektor pertanian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan langkah yang akan diambil nantinya akan bergantung pada kondisi di lapangan dan usulan dari kementerian/lembaga (K/L) terkait.
"Dan tentu inisiatif yang diberikan nanti sesuai dengan KL yang terkait, pemerintah tentu akan siapkan anggaran yang diperlukan begitu," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, pengalaman pada periode kemarau sebelumnya menunjukkan bahwa tantangan utama di sektor pertanian adalah memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah program pompanisasi untuk mengalirkan air dari sungai ke kawasan pertanian yang membutuhkan.
"Dan beberapa waktu yang lalu sudah ada yang dilakukan yaitu pompanisasi," ujarnya.
Karena itu, pemerintah akan terlebih dahulu memetakan wilayah dan kantong-kantong yang berpotensi terdampak kekeringan sebelum menetapkan bentuk bantuan atau stimulus.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, telah menyediakan 100 ribu pompa air guna menjaga produktivitas lahan pertanian.
Baca Juga: Ancaman El Nino Godzilla, Guru Besar IPB Peringatkan Risiko Karhutla Indonesia Sangat Tinggi
Baca Juga: Matangkan Stimulus EV, Pemerintah Kaji Penggunaan Skema Battery Swap
Langkah ini dihitung berdasarkan kebijakan pompanisasi yang telah digalakkan Amran sejak tahun pertama menjabat sebagai Menteri Pertanian di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Nah kita tahun pertama Oktober kita sudah mengantisipasi dengan cara pertama pompanisasi. Kita melakukan pompanisasi ada 100 ribu pompa seluruh Indonesia. Kita sebar,” terang Amran saat ditemui awak media di kompleks Istana Negara, Selasa (28/7/2026).






Komentar (0)