Pasuruan (beritajatim.com) – Danjen Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Raden Sidharta Wisnu Graha mewakili Panglima TNI melakukan kunjungan pengawasan dan evaluasi kegiatan Taruna Bakti di Pasuruan. Dalam agenda strategis tersebut, jajaran pimpinan TNI tampak didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran pemerintah daerah setempat.
Program Taruna Bakti ini diterjunkan langsung untuk mendampingi serta membantu para siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di wilayah Pasuruan dan kawasan Jawa Timur lainnya. Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pembinaan karakter dan penanaman disiplin bagi generasi muda dapat berjalan secara optimal sesuai dengan arahan pimpinan nasional.
“Saya mewakili dari Panglima TNI untuk melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan taruna yang ada di seluruh Indonesia. Kegiatan ini adalah kegiatan Taruna Bakti untuk membantu siswa-siswi sekolah SR di seluruh Indonesia,” ujar Danjen Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Raden Sidharta Wisnu Graha, Rabu (5/8).
Wisnu menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh para taruna ini berfokus penuh pada pembentukan mental, karakter, dan pola hidup disiplin di lingkungan asrama. Langkah tersebut diwujudkan melalui penataan kehidupan harian siswa yang rapi, mulai dari berpakaian hingga menjaga kebersihan kamar serta lemari tempat tinggal mereka.
“Di sini tidak ada latihan fisik, di sini adalah latihan mental dan contoh disiplin, karakter. Tujuannya satu, dengan berpakaian yang baik, dengan rumah tinggal mereka yang baik, lemarinya yang bagus, mereka akan menjadi disiplin,” tegas Wisnu.
Dalam peninjauannya, Wisnu membeberkan bahwa dirinya telah mendatangi empat lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur, yaitu kawasan Madura, Suramadu Surabaya, Mojokerto, hingga Pasuruan. Keberadaan program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto ini terbukti mampu melahirkan anak-anak berprestasi, seperti enam siswa pemenang Olimpiade Matematika di Mojokerto hingga juara Bahasa Inggris.
“Sekolah rakyat ini kriterianya hanya satu: anak orang susah. Kalau anak bukan dari keluarga yang kurang mampu, tidak bisa diterima di sini,” tambahnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Danjen Akademi TNI terus mendorong sinergi antara TNI dan pemerintah daerah demi memajukan kualitas pendidikan anak-anak kurang mampu. Melalui pembentukan mental pejuang yang peduli lingkungan serta konsisten, para siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan diharapkan mampu meraih cita-cita dan berkontribusi nyata bagi bangsa. (ada/but)





Komentar (0)