JAKARTA, DISWAY.ID - Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh memasuki babak baru setelah pemerintah berencana mengalihkan kepemilikan dan pengelolaannya ke bawah koordinasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dengan porsi saham mayoritas tetap sebesar 60 persen.
Tak hanya mengambil alih kepemilikan, Kemenkeu juga akan menangani pengalihan utang Whoosh dari Danantara, sementara proyek kereta cepat tersebut bahkan berpeluang diperpanjang hingga Jawa Timur.
Kepemilikan dan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bakal berpindah tangan ke bawah koordinasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melepaskan peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
BACA JUGA:Pramono Bakal Kembangkan Rute LRT Jakarta ke JIS dan Whoosh, Sudah Kantongi Izin Kemenhub
Adapun langkah ini diambil guna penyelesaian restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan, nantinya Kemenkeu mempertahankan porsi mayoritas sebesar 60 persen. Sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium perusahaan China.
Bahkan tidak menutup kemungkinan proyek kereta cepat ini akan diperpanjang hingga Jawa Timur.
"Jadi 60 persen (Saham KCIC) dikasih ke kita, 40 persennya ada yang lain, masih ada China juga di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," kata Purbaya usai menggelar pertemuan di dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
BACA JUGA:KCIC Tebar Promo Long Weekend, Naik Whoosh Rombongan Dapat Potongan Harga 10 Persen
Ia mengungkapkan, utang Whoosh akan dialihkan ke Kemenkeu, dimana proses pengalihannya ditargetkan rampung pada sekitar tengah September 2026 mendatang.
"Kereta Cepat Jakarta Bandung ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan clear," katanya
Ia menyebutkan, pengelolaan hutang tersebut tanpa membebani APBN, dengan melalui Special Mission Vehicle (SMV) yang ada di bawah Kemenkeu.
BACA JUGA:Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026, KCIC Tambah Perjalanan Whoosh Jadi 62 Trip per Hari
"Jadi walaupun oleh pemerintah, tapi enggak langsung jadi tanggung jawab atau membebani APBN," jelasnya.
Sementara itu, COO Danantara, Dony Oskaria mengaku, saat ini pihaknya masih berupaya merampungkan penghitungan terkait total besaran jumlah utang dari Whoosh tersebut.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)