JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) dari para pengembang senilai Rp2,27 triliun pada Semester I Tahun 2026.
Aset tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat penyediaan ruang publik, hunian, dan berbagai layanan bagi masyarakat.
Penyerahan aset daerah itu ditandai dengan penandatanganan dan serah terima 27 Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama para pengembang di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.
BACA JUGA:Tok! Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Rp15 Ribu
Aset yang diserahkan terdiri atas lahan seluas 224.969 meter persegi, konstruksi seluas 81.803 meter persegi, serta konversi Rumah Susun Murah/Sederhana (RSM/S) senilai Rp56,96 miliar.
"Seluruh dokumen yang telah ditandatangani langsung diserahkan kepada Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) untuk dicatat sebagai aset resmi Pemprov DKI Jakarta dan dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat," kata Pramono.
Menurutnya, percepatan penyelesaian kewajiban fasos/fasum dalam tiga tahun terakhir menunjukkan hasil yang semakin baik.
BACA JUGA:Pemprov DKI Sulap Lahan Tidur di Tangerang Jadi Kawasan Ketahanan Pangan Senilai Rp1 Triliun
Sepanjang 2023 hingga Semester II Tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta telah menerima 213 BAST dengan total nilai aset mencapai Rp42,537 triliun.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025, total kewajiban penyerahan fasos/fasum dari para pengembang mencapai 27.052.267 meter persegi.
Hingga kini, sebanyak 18.494.947 meter persegi telah diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta, sedangkan 8.557.320 meter persegi atau sekitar 31,63 persen masih dalam proses penyelesaian.
BACA JUGA:Perkuat Pengelolaan Sampah Dalam Kota, Pemprov DKI Optimalkan TPS 3R Menteng Atas
Pada Semester I Tahun 2026, Jakarta Utara menjadi wilayah dengan nilai penyerahan terbesar, yakni Rp1,277 triliun melalui delapan BAST.
Penyerahan tersebut meliputi lahan seluas 64.199 meter persegi, konstruksi seluas 28.004 meter persegi, serta empat konversi RSM/S.
"Kontribusi terbesar berasal dari PT Multiduta Paramacentra melalui penyerahan lahan senilai Rp1,138 triliun. Aset yang diserahkan tidak hanya berupa lahan, tetapi juga fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat, seperti lapangan dan area bermain di rumah susun, saluran, taman, serta infrastruktur lainnya," tutur Pramono.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)