BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Dorong Pemanfaatan JHT untuk Modal Usaha Produktif

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku kembali menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) Batch II sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi peserta melalui penguatan literasi keuangan, kewirausahaan, dan keterampilan usaha.

Kegiatan yang berlangsung di House of Rewako (Cafe & Gallery), Makassar, Rabu, 5 Agustus, dibuka oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan, Nureni Lattas.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi wujud dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sebanyak 29 peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU) mengikuti Program PEKA Batch II.

Seluruh peserta merupakan pekerja yang telah mengaktifkan kembali kepesertaannya setelah mencairkan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Sebagian di antaranya telah memulai usaha sehingga pelatihan difokuskan untuk meningkatkan kemampuan mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Materi yang diberikan meliputi pengelolaan UMKM, identifikasi peluang usaha, penguatan literasi keuangan, hingga pelatihan dasar barista. Peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan kopi menggunakan peralatan profesional sebagai salah satu alternatif keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Selain pelatihan teknis, peserta memperoleh motivasi kewirausahaan dari pemilik House of Rewako, Ade Sri Rahayu, yang berbagi pengalaman membangun bisnis dari skala kecil hingga berkembang menjadi usaha yang dikenal masyarakat.

Program PEKA Batch II merupakan lanjutan dari pelaksanaan Batch I yang sebelumnya menyasar 35 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dengan sasaran yang berbeda, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, mengikuti praktik, serta menyampaikan berbagai masukan agar Program PEKA dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sejumlah peserta juga berharap durasi pelatihan diperpanjang dan dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi sehingga keterampilan yang diperoleh memiliki pengakuan resmi dan dapat menunjang pengembangan usaha maupun peluang kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, menegaskan bahwa Program PEKA merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi peserta, tidak hanya dalam bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Program PEKA kami hadirkan sebagai bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan nilai tambah bagi peserta. Tidak hanya sebatas perlindungan jaminan sosial, namun juga mendorong peserta untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan manfaat JHT secara produktif,” ujar Suci Rahmad.

Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat program tidak berhenti pada pemberian santunan maupun jaminan sosial, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas peserta agar mampu membangun usaha dan memperkuat kesejahteraan keluarga.

“Melalui pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan, kami berharap peserta mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sehingga manfaat JHT dapat dimanfaatkan sebagai modal produktif,” tambahnya.

Menurut Suci, pelaksanaan Program PEKA juga merupakan implementasi strategi Coverage, Care, dan Credibility (3C) yang menjadi fokus BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas kepesertaan, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi para pekerja.

Melalui program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak peserta yang mampu membangun usaha mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Unhas dan University of Newcastle Latih 300 Petani Sidrap Terapkan Pertanian Berbasis Data
• 10 jam lalu
0
thumb
Lucho ungkap suka cita Persib Bandung lolos ke final Piala Presiden
• 16 jam lalu
0
thumb
Ada yang Gondrong tapi Bukan Rambut, Nama Kelurahan di Tangerang
• 20 jam lalu
0
thumb
Viral MBG Balita Berulat di Jeneponto, Kepala SPPG Klarifikasi Pengelolaan Sudah Sesuai SOP
• 10 jam lalu
0
thumb
Polisi Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Daftar G Ilegal Senilai Rp230 Miliar | KOMPAS MALAM
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.