Terkini, Makassar – Direktur Utama PT Bumi Pundi Karsa Group, H Andi Badris Salam, resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029.
Ia menawarkan visi membangun organisasi yang semakin solid, inklusif, dan mampu memperkuat kapasitas seluruh pengembang di Sulawesi Selatan.
Bagi Andi Badris, Musyawarah Daerah (Musda) REI Sulsel bukan sekadar ajang memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum mempererat persatuan seluruh anggota agar organisasi semakin kuat dalam menghadapi tantangan industri properti.
“Harapan kita bagaimana organisasi ini sama-sama tumbuh, bersatu, solid, dan ke depan tidak terbentuk menjadi dua kubu. Kita ingin REI Sulsel menjadi organisasi yang besar karena seluruh anggotanya tetap menjaga persatuan,” ujar Badris saat ditemui Makassar Terkini, Selasa 4 Agustus 2026 sore.
Ia menegaskan, jika mendapat amanah memimpin REI Sulsel, kepengurusannya akan mengedepankan kebersamaan serta memastikan organisasi mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota, mulai dari pengembang besar hingga pengembang skala kecil dan menengah.
Prioritaskan Dukungan Program 3 Juta Rumah
Salah satu program yang menjadi perhatian Haji Badris adalah menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, REI memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
“Kalau nanti dipercaya menjadi ketua, tentu kita akan mendorong seluruh pengembang agar bersama-sama mendukung program pemerintah sehingga target pembangunan rumah bisa tercapai,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota REI untuk memandang persaingan usaha secara positif dan tidak menjadikan hadirnya pengembang baru sebagai ancaman.
“Tidak masalah. Rezeki kita sudah ditentukan oleh Allah. Yang penting kita sama-sama berusaha dan yakin bahwa setiap orang memiliki rezekinya masing-masing,” tuturnya.
Dorong Percepatan Perizinan
Selain memperkuat organisasi, Haji Badris menilai percepatan proses perizinan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan investasi sektor properti.
Menurutnya, pemerintah pada dasarnya telah memberikan pelayanan yang baik selama seluruh persyaratan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau mengenai perizinan dari pemerintah saya rasa tidak ada kendala. Yang penting hubungan dengan pemerintah berjalan baik dan seluruh persyaratan dipenuhi sesuai aturan. Proses PKKPR, pertimbangan teknis hingga penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) harus kita dorong agar lebih cepat selesai,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa tantangan yang masih dihadapi sejumlah pengembang, khususnya di daerah, adalah ketersediaan lahan yang memerlukan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah.
Perkuat Daya Saing Pengembang
Haji Badris mengatakan, organisasi juga harus mampu membantu meningkatkan daya saing anggotanya melalui penguatan jejaring dengan perbankan, pemerintah, maupun pemilik lahan.
“Kalau hubungan dengan perbankan baik, kemudian cara memperoleh lahannya juga baik, saya rasa seluruh anggota bisa berkembang,” ungkapnya.
Untuk mendorong investasi properti, ia menilai pemilihan lokasi pembangunan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan pengembang.
“Kita harus pintar melihat lokasi. Sebaiknya dekat dengan kota atau kawasan industri karena di sana ada kebutuhan hunian bagi para pekerja,” ujarnya.
Menurutnya, prospek industri properti di Sulawesi Selatan masih sangat menjanjikan apabila dikelola dengan strategi yang tepat.
“Kalau saya lihat prospeknya bagus. Yang membedakan setiap kepemimpinan hanyalah cara mengatur organisasi. Kita tetap mengacu pada kebijakan REI Pusat,” katanya.
Musda Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan
Menutup pernyataannya, Haji Badris mengajak seluruh anggota menjadikan Musda REI Sulsel sebagai ajang memperkuat silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan membangun organisasi yang semakin profesional.
“Harapan kita organisasi ini berjalan dengan aman, tenang, semakin berkembang. Persaudaraan harus tetap dijaga, tetap bersatu, dan memiliki komitmen bersama untuk membesarkan REI Sulawesi Selatan,” pungkasnya.





Komentar (0)