Pesan Terakhir Pekerja Bank Keliling di Tangerang ke Istri Sebelum Disiksa Bos: Kalau Enggak Pulang, Saya Jadi Mayat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com – Niat mengundurkan diri (resign) dari pekerjaan justru berujung petaka bagi seorang pekerja bank keliling berinisial PG (25) di Kabupaten Tangerang.

PG diduga menjadi korban penganiayaan berat dan penyekapan yang dilakukan oleh atasannya berinisial ED bersama empat orang lainnya.

Saat berada dalam kondisi terancam akibat kekerasan para pelaku, PG sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya.

Baca juga: Niat Resign, Pekerja Bank Keliling di Tangerang Malah Dianiaya dan Disekap Bosnya

Dalam pesan tersebut, PG mengungkapkan ketakutannya tidak akan selamat dari kejadian yang dialaminya.

"'Mah, kalau saya enggak pulang malam ini, kayaknya besok saya sudah jadi mayat'," tulis PG dalam pesan singkatnya kepada sang istri sebelum penganiayaan memuncak.

Kuasa hukum korban, Risman Harefa, mengatakan pesan tersebut dikirim PG karena korban merasa nyawanya terancam setelah dianiaya oleh para pelaku.

"Sebelum dipukulin dan penganiayaan memuncak, korban sempat WA istrinya karena dia tahu dia pasti dibunuh di situ sama orang-orang ini," ujar Risman saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Karyawan Bank Keliling di Tangerang Dianiaya-Disekap Bos dan 4 Rekannya Usai Ajukan Resign

Risman menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (28/7/2026), saat PG yang baru bekerja selama empat hari di perusahaan tersebut merasa keberatan dengan kondisi operasional pekerjaan.

Menurut dia, biaya operasional bensin yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan korban saat bekerja di lapangan.

PG kemudian menyampaikan keinginannya untuk mengundurkan diri dan pulang kampung.

Namun, permintaan tersebut justru membuat ED marah. Korban disebut sempat ditahan dan dimarahi selama sekitar satu jam.

Penganiayaan kemudian terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, PG diduga dikeroyok oleh ED bersama empat rekannya, yakni SD, ML, Putra, dan satu pelaku lainnya.

Baca juga: Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini 4 Agustus, Cek Lokasi dan Jamnya

"Korban dikeroyok sampai babak belur, disundut rokok, hingga diancam pisau dan dipaksa melakukan aksi keji yang direkam oleh pelaku. Ponsel dan KTP korban juga dirampas," ungkap Risman.

Setelah dianiaya, PG kemudian disekap di sebuah kontrakan milik tersangka SD. Korban baru berhasil melarikan diri pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Risman mengatakan, PG memanfaatkan kondisi para pelaku yang tertidur setelah diduga mengonsumsi minuman keras. Korban kemudian keluar melalui jendela kontrakan yang tidak dilengkapi teralis.

"Korban meloloskan diri lewat jendela yang tidak ada teralisnya, lalu minta bantuan RT setempat untuk dipesankan ojek online," kata Risman.

Baca juga: Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini 3 Agustus, Ini Titik dan Jadwalnya

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Risman mengapresiasi langkah kepolisian yang langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Ia berharap seluruh tersangka dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

"Kami sangat mengapresiasi langkah kepolisian setempat. Mereka langsung bergerak melakukan pengejaran 1 hari 1 malam, kami sangat memberikan support-lah pokoknya," pungkas Risman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Qodari: Pengembangan Jaringan Gas Rumah Tangga Kurangi Impor LPG
• 1 jam lalu
0
thumb
Bahlil Lantik Kepala Lemigas, BPMA, dan Badan Geologi, Ini Arahannya
• 1 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Menarik Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Tersangka Penyiksaan di Daycare Little Aresha Terus Bertambah, Total Sudah 32 Orang
• 19 jam lalu
0
thumb
Pencuri Motor Bersenjata Revolver Asal Lampung Beraksi di Tambora
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.