PGE Percepat Ekspansi Panas Bumi, Enam Proyek Disiapkan hingga 2032

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mempercepat ekspansi bisnis panas bumi melalui pengembangan sejumlah proyek strategis yang ditargetkan berjalan hingga 2032. Perseroan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit energi bersih melalui enam proyek yang saat ini berada dalam berbagai tahapan pengembangan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, enam proyek yang masuk dalam pipeline pengembangan PGE yakni Bukit Daun, Lahendong Unit 7 & 8, Sungai Penuh, Gunung Tiga, Lumut Balai Unit 4, dan Kotamobagu. 

Proyek-proyek tersebut saat ini berada pada tahap kesepakatan jual beli, kajian pengembangan, hingga persiapan lokasi proyek. 

Sementara itu, proyek yang sudah memasuki tahap pembangunan adalah Hululais Unit 1 & 2 dan Lumut Balai Unit 3. 

Hingga 30 Juni 2026, progres Hululais Unit 1 & 2 mencapai 87,90%, sedangkan Lumut Balai Unit 3 mencapai 2,31%. Kedua proyek tersebut diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial masing-masing pada 2028 dan 2029. 

Hululais merupakan wilayah kerja panas bumi yang berada di Bengkulu dan masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari pengembangan wilayah kerja Lumut Balai dan Marga Bayur di Sumatera Selatan, yang telah memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 110 megawatt (MW). 

Untuk enam proyek lainnya, PGE mencatat perkembangan berbeda. Bukit Daun dan Lahendong Unit 7 & 8*masih dalam proses kesepakatan perjanjian jual beli. 

Kemudian Sungai Penuh dan Gunung Tiga berada pada tahap kajian pengembangan, sedangkan Lumut Balai Unit 4 dan Kotamobagu masih dalam proses penyiapan lokasi proyek. 

Dari sisi target operasi komersial, proyek-proyek tersebut akan dikembangkan secara bertahap. Gunung Tiga ditargetkan beroperasi pada 2029, Bukit Daun, Sungai Penuh, dan Kotamobagu pada 2030, Lahendong Unit 7 & 8 pada 2031, serta Lumut Balai Unit 4 pada 2032. 

Produksi Listrik Tumbuh, Laba Bersih Naik 15,48%

Rencana ekspansi tersebut didukung oleh kinerja operasional PGE yang tumbuh sepanjang semester I 2026. Berdasarkan siaran pers perusahaan, produksi listrik PGE mencapai 2.745 gigawatt-hour (GWh), meningkat 13,62% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh. 

Selain peningkatan produksi, PGE mencatat tingkat keandalan pembangkit yang tinggi dengan availability factor sebesar 99,71%, capacity factor 90,42%, serta tingkat gangguan tidak terencana (unplanned outage rate) sebesar 0,11%. 

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan capaian operasional tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

“PGE memiliki sumber daya panas bumi lebih dari 3 gigawatt (GW), salah satu portofolio terbesar di dunia saat ini. Prioritas kami adalah mengubah potensi tersebut menjadi kapasitas pembangkit yang bermanfaat bagi masyarakat. Visi kami jelas, yakni menjadikan PGE sebagai world leading geothermal producer dengan roadmap pertumbuhan yang terukur," ucapnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi keuangan, pertumbuhan produksi juga tercermin pada kinerja semester I 2026. PGE membukukan pendapatan sebesar US$235,027 juta, meningkat 14,7% YoY. Sementara itu, laba bersih perseroan naik 15,48% menjadi US$79,605 juta. 

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, terdiri dari 727 MW yang dioperasikan langsung oleh PGE dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama. 

Baca Juga: Laba Bersih PGE Naik 15,48% pada Semester I-2026, Produksi Panas Bumi Tembus 2.745 GWh

Baca Juga: PGE Amankan Fasilitas US$75 Juta untuk Proyek Panas Bumi

Tiga proyek strategis PGE, yakni PLTP Lumut Balai Unit 3 sebesar 55 MW, Lumut Balai Unit 4 sebesar 55 MW, serta Lahendong Unit 7 dan 8 sebesar 50 MW, telah masuk dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas untuk mendukung percepatan pengembangan proyek. 

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyampaikan perusahaan berfokus memastikan kesiapan proyek sebelum masuk tahap investasi.

“Dengan portofolio sumber daya yang besar, pipeline proyek yang matang, dan eksekusi yang disiplin, PGE optimistis mencapai target pertumbuhan kapasitas," katanya.

PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Intip Deretan Rekomendasi Saham Hari Ini, dari RAJA hingga DEWA
• 4 jam lalu
0
thumb
Situasi Kondusif, Pemerintah Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoaks Medsos
• 23 menit lalu
0
thumb
Hujan Deras dan Banjir di Sri Lanka Tewaskan 6 Orang, 1 Dinyatakan Hilang
• 22 jam lalu
0
thumb
Video: Indonesia - Thailand Dorong Pertukaran Pasukan Militer
• 12 jam lalu
0
thumb
PTFI Produksi 300 Juta Pon Tembaga Semester I, Sudah Ajukan Perpanjangan IUPK
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.