Pemerintah Mau Genjot Jaringan Gas Alam ke Rumah Warga demi Kurangi Impor LPG

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah bakal memperluas program jaringan gas (Jargas) ke rumah warga. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban impor LPG.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menyebut kebutuhan LPG di Indonesia mencapai sekitar 5 juta metrik ton per tahun. Sementara, produksi dalam negeri hanya 1,4 juta metrik ton.

"Artinya yang bisa dipenuhi hanya sekitar 30% kurang dan karena itu sisanya diimpor," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Menurut Qodari, kondisi tersebut berbeda dengan potensi gas bumi yang menjadi sumber energi untuk program Jargas. Dia mengatakan potensi gas alam di Indonesia jauh lebih besar dari LPG.

"Memang ketersediaan dalam negeri kita, potensi alam kita itu untuk gas alam ya, metana dan etana ini jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan LPG," ujarnya.

"Mungkin sekitar tiga perempat, tiga perempat dari ketersediaan gas di Indonesia adalah kategori gas bumi atau metana dan etana," lanjutnya.

Qodari mengakui masih terdapat tantangan untuk distribusi gas alam. Menurutnya, pemanfaatan gas alam lebih strategis untuk jangka panjang.

"Program ini juga menjadi salah satu wujud nyata hadirnya negara dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan tabung gas," ujarnya.

Qodari menyebut program Jargas merupakan salah satu prioritas nasional. Dia mengatakan pemerintah ingin mengurangi ketergantungan gas impor.

"Tadi saya sudah sebutkan bahwa impor sekitar 72% setiap tahunnya dari kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, Jargas merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuat pasokan energi Indonesia lebih mandiri dan stabil," ujarnya.

Baca juga: WFH ASN Sehari dalam Sepekan Diperpanjang




(eva/haf)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil CKG hingga Juli 2026, Kemenkes Temukan 11 Juta Peserta Mengalami Obesitas
• 22 jam lalu
0
thumb
Sekda Sidak Pangkalan LPG, Pengawasan Ketat Distribusi Tepat Sasaran di Parepare
• 21 jam lalu
0
thumb
Dukcapil Ungkap Nama Paling Populer di Indonesia, Nurhayati Dominasi Sejumlah Pulau
• 5 jam lalu
0
thumb
Pilu Kematian Siswa SMP di Pemalang Gara-Gara Bullying
• 9 jam lalu
0
thumb
Kepala Bappisus soal Isu Pergantian Kapolri: Waktunya Tergantung Presiden
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.