Jakarta: Harga emas dunia (XAU/USD) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Prospek tersebut didukung oleh sinyal teknikal yang semakin positif, meski pelaku pasar tetap diminta mencermati perkembangan dolar Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik, dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan momentum bullish mulai kembali mendominasi setelah harga emas berhasil keluar dari fase konsolidasi dan membentuk pola teknikal yang mendukung kelanjutan tren naik. Secara teknikal, grafik harian (daily) menunjukkan terbentuknya pola Bullish Pennant, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan tren kenaikan setelah periode konsolidasi.
Menurut Dupoin Futures, pola tersebut telah terkonfirmasi setelah harga menembus (breakout) area konsolidasi sehingga membuka peluang penguatan pada sesi perdagangan berikutnya. Keberhasilan harga keluar dari fase konsolidasi mengindikasikan tekanan beli kembali meningkat dan pembeli mulai mengambil alih kendali pasar.
Selain pola grafik, indikator teknikal lain juga memperkuat peluang kenaikan harga emas. Dupoin Futures mencatat Moving Average (MA) 21 kini berfungsi sebagai dynamic support, sehingga selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, tren naik diperkirakan masih terjaga.
Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, yang menunjukkan momentum beli masih kuat. "Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek apabila indikator mulai memasuki zona jenuh beli," ungkap Geraldo dalam riset hariannya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan kombinasi sejumlah indikator teknikal, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi menguji area USD4.135 sebagai target awal. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi dan momentum yang kuat, peluang kenaikan diperkirakan berlanjut menuju area USD4.202.
Baca Juga :
Harga Emas Rebound, Curi Momentum saat Minyak Melemah 2 Hari Berturut-turut(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Sentimen safe haven masih mendukung harga emas
Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai permintaan terhadap aset safe haven masih menjadi salah satu penopang harga emas. Meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi geopolitik global, terutama terkait konflik di Timur Tengah, mendorong sebagian investor mempertahankan kepemilikan aset yang dinilai lebih aman.
"Selama ketidakpastian geopolitik belum mereda, permintaan terhadap emas diperkirakan tetap tinggi sehingga memberikan dukungan terhadap pergerakan harga," jelas Geraldo.
Di sisi lain, Dupoin Futures mengingatkan penguatan harga emas masih berpotensi dibatasi oleh pergerakan dolar AS. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi meningkatkan optimisme terhadap kondisi ekonomi negara tersebut dan menopang penguatan dolar.
Secara historis, penguatan dolar cenderung menjadi faktor penekan harga emas karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat yang akan menjadi acuan dalam membaca arah kebijakan moneter The Fed.
Apabila data ekonomi kembali menunjukkan kinerja yang solid, peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Sebaliknya, pelemahan indikator ekonomi dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi harga emas.
"Secara keseluruhan, prospek harga emas masih cenderung positif selama struktur teknikal tetap terjaga. Namun, pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan dolar AS, rilis data ekonomi Amerika Serikat, dan dinamika geopolitik global karena ketiga faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek," tutup Geraldo.





Komentar (0)