Wamenkeu: Ekonomi triwulan II-2026 tunjukkan gairah ekonomi tetap baik

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2026 menunjukkan bahwa gairah perekonomian masih berjalan baik.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan di triwulan II ini sedikit lebih rendah dibanding triwulan I, tetapi gairah ekonomi masih berjalan dengan baik,” kata Juda di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan, Purchasing Managers’ Index (PMI) telah menunjukkan ekspansi. Impor barang modal dan bahan baku pun menunjukkan kinerja yang meningkat.

Baca juga: KSSK prakirakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 capai 5,6-6 persen

Berbagai indikator itu, menurut Juda, menandakan bahwa aktivitas produksi dan investasi terus tumbuh.

Pemerintah pun meyakini target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 pada kisaran 5,6–6,0 persen masih dapat dicapai.

Berbagai stimulus pada semester II, termasuk di sektor manufaktur dan otomotif, diharapkan semakin memperkuat aktivitas ekonomi.

Optimisme tersebut juga didukung oleh terjaganya daya beli masyarakat. Wamenkeu Juda menjelaskan bahwa deflasi pada Juli 2026 bukan disebabkan melemahnya permintaan, melainkan dipengaruhi penurunan harga komoditas tertentu seperti bawang merah dan emas.

Wamenkeu juga menjelaskan kinerja perekonomian Indonesia juga ditopang oleh kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap sehat dan kredibel.

Dia menyampaikan beberapa indikator seperti pertumbuhan penerimaan negara, belanja negara, serta defisit yang terjaga menandakan kondisi APBN tetap sehat dan prudent.

Pengelolaan fiskal yang disiplin turut memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia, kata Juda.

Hal itu tercermin dari tetap terjaganya peringkat kredit Indonesia serta tingginya minat investor terhadap instrumen pembiayaan pemerintah.

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026

“Artinya kita mampu tumbuh tinggi tanpa mengorbankan stabilitas. Inflasi terjaga, fiskal tetap sehat, dan ekonomi tetap bertumbuh di atas 5 persen. Inilah yang menjadi dasar kepercayaan investor terhadap Indonesia,” imbuhnya.

Menjelang penyampaian Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Wamenkeu Juda menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesinambungan fiskal.

Menurutnya, arah kebijakan fiskal tahun depan tetap bersifat ekspansif, namun dengan defisit yang makin terkendali.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan yang Dilakukan Orang Tidak Kompeten dan Malas
• 3 jam lalu
0
thumb
Kronologi Penemuan Mayat Tanpa Kaki di Depok, Tangan Terikat dan Ada Luka di Leher
• 17 jam lalu
0
thumb
Airlangga Sebut AS Incar Critical Mineral RI untuk Pengembangan Teknologi
• 2 jam lalu
0
thumb
Panggung Talenta dan Wawasan Industri: FHI 2026 Catatkan Lebih dari 34 Ribu Pengunjung dari 62 Negara
• 2 menit lalu
0
thumb
Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tetap Kuat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.