Bank Indonesia (BI) meminta sektor perbankan untuk tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi dengan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil. Langkah strategis ini dinilai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya ketidakpastian global saat ini.
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia, Destry Damayanti, secara khusus mengingatkan agar perbankan tidak terlalu banyak menempatkan dananya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, likuiditas yang melimpah di perbankan perlu segera diarahkan untuk mendukung pembiayaan dunia usaha.
Baca Juga :
Tercatat Turun, BI Pastikan Cadangan Devisa RI Masih AmanBI menilai penyaluran kredit memiliki peran yang sangat krusial untuk mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami tidak mau bank terlalu banyak menempatkan alat likuidnya pada surat berharga, karena yang kami harapkan tentu bank harus kembali kepada fungsi awalnya, yaitu menjadi lembaga intermediasi antara sektor keuangan dan sektor riil dengan menyalurkan kredit," ucap Destry dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Bank Indonesia berkomitmen akan terus mendukung peningkatan kredit melalui berbagai insentif makroprudensial sekaligus menjaga kecukupan likuiditas perbankan. Dengan langkah ini, fungsi intermediasi diharapkan berjalan lebih optimal dan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.





Komentar (0)