Purbaya Singgung Rasio Kepemilikan Mobil di Malaysia Mirip Indonesia

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia yang terbilang masih rendah. Terutama bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

"Kita sama Malaysia jumlah penduduknya lima kali lipat, tetapi penjualan mobilnya sama. Sekitar 800 ribu unit," buka Purbaya di pameran GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Dirinya tak menampik kondisi pasar otomotif domestik masih menghadapi tantangan. Meski begitu, aktivitas penyerapan pasar otomotif disebutnya tumbuh positif.

"Penjualan kendaraan bermotor tetap tumbuh, menandakan daya beli yang terjaga. Tumbuhnya lumayan baik, 50 persen, bulan April turun ke bawah. Motor juga turun, April-Mei (2026). Juni agak naik ke atas itu bukan terjadi kebetulan," papar Purbaya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan soal proyeksi penjualan kendaraan baru roda empat atau lebih hingga akhir 2026 dapat mencapai 850 ribu unit.

Produksi kendaraan bermotor nasional tercatat mencapai 619 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) meningkat 15,9 persen menjadi 436 ribu unit.

"Dengan angka-angka tersebut, kami meyakini target penjualan otomotif tahun ini seharusnya bisa di atas angka 850 ribu unit," ujar Agus.

Meski demikian, ia menilai angka tersebut seharusnya bukan menjadi batas atas pertumbuhan pasar otomotif nasional. Sebab, tingkat kepemilikan mobil di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

Berdasarkan data, rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk. Sebagai perbandingan, Thailand telah mencapai 275 unit per 1.000 penduduk, sedangkan Malaysia berada di angka 490 unit per 1.000 penduduk.

"Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 290 juta jiwa, kenaikan satu poin saja pada rasio tersebut setara dengan tambahan sekitar 280 ribu unit kendaraan. Oleh sebab itu, target 850 ribu unit seharusnya bukan menjadi batas atas, tetapi menjadi titik awal karena pasar otomotif Indonesia masih jauh dari posisi jenuh," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Sini, Perlawanan Tidak Hanya Diceritakan, namun Diwariskan
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengamat Intelijen Minta Pengamanan Penegak Hukum Penangani Perkara Besar Diperketat
• 5 jam lalu
0
thumb
Bencana Hengzhou Diselimuti Sensor, PKT Larang Korban Live Streaming dan Bongkar Tenda Pengungsian
• 6 jam lalu
0
thumb
Dua Pendaki Puncak Piramid Bondowoso Ditemukan Meninggal
• 21 jam lalu
0
thumb
Cinta Quran Foundation dan IMCE Resmikan Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.