IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.338, Investor Sambut Positif Redanya Ketegangan AS-Iran

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), seiring meningkatnya optimisme investor terhadap perkembangan geopolitik global dan penguatan bursa saham di kawasan Asia maupun Amerika Serikat.

Saat pembukaan perdagangan, IHSG naik 18,98 poin atau 0,30 persen ke level 6.338,59. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 636,46.

Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut selama indeks mampu bertahan di atas area support 6.246 hingga 6.211.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.246-6.211, berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 6.377, kemudian 6.450, hingga 6.500. Sementara apabila kembali bergerak di bawah EMA50, IHSG berpotensi mengalami pullback sehat dengan area support berada di 6.246, 6.211, dan 6.161,” ujar Liza dalam risetnya, Rabu (5/8/2026).

Sentimen positif datang dari membaiknya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Liza, optimisme terhadap peluang dibukanya kembali Selat Hormuz mendorong penurunan harga minyak dunia dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham.

“Harapan ini mendorong penurunan harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko,” katanya dilansir dari Antara.

Di sisi lain, pasar juga mencermati rencana pemerintah Amerika Serikat yang akan menerapkan kebijakan harga minimum (price floor) dan tarif impor untuk polysilicon serta produk turunannya.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi dominasi China dalam rantai pasok semikonduktor dan panel surya.

Meski berpotensi meningkatkan biaya produksi industri semikonduktor, kendaraan listrik, hingga elektronik, sentimen awal di pasar justru positif bagi produsen energi surya di Amerika Serikat.

Saham perusahaan seperti Corning, First Solar, dan T1 Energy tercatat menguat setelah kabar tersebut beredar.

Pelaku pasar juga menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Data lowongan pekerjaan atau Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS turun menjadi 7,359 juta pada Juni 2026 dari 7,537 juta pada bulan sebelumnya.

“Meski data JOLTS menunjukkan perlambatan jumlah lowongan pekerjaan, kondisi pasar tenaga kerja masih relatif kuat sehingga data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli 2026 akan menjadi faktor utama dalam membentuk ekspektasi arah suku bunga The Fed selanjutnya,” ujar Liza.

Dari Wall Street, penguatan saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut menjadi pendorong sentimen positif. Reli dipicu laporan keuangan Microsoft dan Amazon yang lebih baik dari perkiraan pasar sehingga memicu aksi beli di sektor teknologi.

Sementara dari dalam negeri, investor menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang diperkirakan tumbuh sekitar 5,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Realisasi di atas konsensus berpotensi menjadi katalis bagi sektor perbankan, konsumsi, konstruksi, dan properti, sedangkan hasil di bawah ekspektasi dapat memicu profit taking jangka pendek,” kata Liza.

Selain itu, sentimen domestik turut didukung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan pemerintah siap menambah penempatan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himbara untuk menjaga likuiditas dan mendukung pemulihan ekonomi.

Mayoritas bursa saham global juga bergerak di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026), indeks Euro Stoxx 50, FTSE 100 Inggris, DAX Jerman, dan CAC 40 Prancis sama-sama menguat.

Kondisi serupa terjadi di Wall Street dengan penguatan indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average. Sementara pada perdagangan Rabu pagi, mayoritas bursa Asia seperti Nikkei, Shanghai, Kospi, dan Kuala Lumpur juga dibuka menguat, sedangkan indeks Straits Times Singapura bergerak melemah. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengusaha di Singkawang Tewas Ditembak Suruhan Adik Kandung Korban
• 1 jam lalu
0
thumb
Kasus Mayat Dalam Karung di Depok, Polisi Bekuk Pria Diduga Pembunuh
• 3 jam lalu
0
thumb
BULOG Dapat Dukungan Finansial dari Pemerintah, Transformasi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
• 17 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim
• 15 jam lalu
0
thumb
Viral Video Menu MBG Balita Diduga Berulat di Jeneponto, Warganet Minta Evaluasi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.