CoreWeave Bangun 3 Pusat Data AI di Indonesia, Investasi Tembus Miliaran USD

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan penyedia layanan cloud berbasis kecerdasan buatan (AI) asal AS, CoreWeave Inc., resmi berekspansi ke Asia dengan membangun tiga pusat data (data center) pertamanya di Indonesia.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (5/8), dalam pernyataannya, CoreWeave mengungkap tiga pusat data bakal memiliki total kapasitas 360 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Perusahaan menyebut akan menggelontorkan investasi miliaran dolar AS untuk proyek tersebut, meski belum merinci nilai pastinya.

Pengumuman ekspansi itu disambut positif pasar. Saham CoreWeave sempat melonjak hingga 7 persen menjadi USD 91,75 di New York pada perdagangan Selasa (4/8). Sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan Senin (3/8), saham CoreWeave telah naik sekitar 20 persen.

Saat ini CoreWeave mengoperasikan 49 pusat data di Amerika Utara dan Eropa yang melayani pelanggan besar seperti OpenAI, Meta Platforms, dan Microsoft.

Perusahaan yang melantai di bursa lewat salah satu penawaran saham terbesar pada 2025 itu memiliki kapasitas listrik aktif lebih dari 1 gigawatt (GW) serta tambahan 3,5 GW yang telah dikontrak.

CoreWeave juga tengah memperluas kapasitas pusat datanya untuk memenuhi tingginya permintaan terhadap chip AI buatan Nvidia, sekaligus meningkatkan penjualan perangkat lunak dan layanan bernilai tambah kepada pelanggan.

Manajemen menyatakan kapasitas layanan AI untuk tahun ini hampir seluruhnya telah terjual. Karena itu, CoreWeave terus mempercepat pembangunan pusat data baru dan mengamankan berbagai skema pembiayaan guna mendukung ekspansi.

Pusat data di Indonesia akan menyasar laboratorium riset, perusahaan rintisan (startup), pelaku usaha di Asia Tenggara, hingga pelanggan global.

Indonesia dinilai semakin strategis sebagai pusat pengembangan AI di kawasan, didorong oleh meningkatnya adopsi layanan cloud, kebijakan lokalisasi data yang semakin ketat, serta investasi besar dari perusahaan teknologi AS seperti Amazon dan Microsoft.

Berdasarkan data Research and Markets, nilai pasar pusat data Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 6,08 miliar pada 2031.

Sebelumnya, Amazon berkomitmen menginvestasikan USD 5 miliar untuk pengembangan infrastruktur AI dan cloud di Indonesia pada 2021.

Sementara itu, Microsoft berencana menanamkan investasi USD 1,7 miliar hingga 2028, yang diperkirakan bakal menciptakan puluhan ribu lapangan kerja sekaligus memperkuat posisi RI dalam ekonomi digital regional.

Menurut CoreWeave, operasional tiga pusat data tersebut akan dikelola oleh tim lokal, sehingga diharapkan turut mendorong perkembangan industri pusat data dan ekosistem AI di Tanah Air.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Selisih Data Manifes KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Sorotan
• 14 jam lalu
0
thumb
Unhas dan University of Newcastle Latih 300 Petani Sidrap Terapkan Pertanian Berbasis Data
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta Percepat Tangani Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah
• 12 jam lalu
0
thumb
Sadis! Siswi SMP Tewas Dibakar Mantan Pacar, Begini Kronologi Lengkapnya
• 11 jam lalu
0
thumb
Lestarikan Identitas Desa, Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Hadirkan Buku Sejarah Desa Lompo Tengah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.