Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS yang Ditemukan di Semak Samping RSUD Siak

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS yang Ditemukan di Semak Samping RSUD SiakNasional | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:08Dengarkan Berita

SIAK, iNews.id – Polres Siak menyimpulkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, Alex Cristo Loris, tewas akibat bunuh diri. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah hampir tiga pekan penyelidikan dan dipastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana pembunuhan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, penyidik merampungkan penyelidikan dengan melibatkan tim autopsi, laboratorium forensik, digital forensik dan psikologi forensik. 

Selain itu, polisi juga memeriksa 14 saksi yang terdiri atas keluarga, rekan kerja, serta saksi lain yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan tewas di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.

Hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada lengan kiri korban. Pemeriksaan toksikologi mengungkap adanya kandungan rocuronium di dalam tubuh korban yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga mengakibatkan asfiksia atau mati lemas.

Baca Juga:Rugikan Nasabah Rp90 Miliar, Kasus Dugaan Ilegal Akses Mirae Aset di Bareskrim Naik Penyidikan!

"Di mana dari hasil pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa telah ditemukan meninggal dunianya Dokter Alex Cristo Loris disebabkan oleh ditemukannya zat yang mematikan di dalam tubuh korban yang disebabkan oleh perbuatan Dokter Alex Cristo Loris," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam.

Penyidik juga menemukan bercak darah pada barang bukti yang identik dengan DNA korban. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan tas berisi perlengkapan medis dan sejumlah obat anestesi.

Rekaman CCTV memperlihatkan korban datang seorang diri ke lokasi tanpa ada pihak lain yang menyertainya. Sementara itu, hasil digital forensik terhadap perangkat elektronik korban tidak menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan orang lain.

Dari pemeriksaan psikologi forensik, korban diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan finansial, utang pinjaman online, beban pendidikan PPDS, serta tanggung jawab terhadap keluarga. 

Penyidik juga menemukan pesan yang belum sempat terkirim kepada istri korban di handphone (HP). Berdasarkan keterangan 14 saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, psikologi forensik, serta barang bukti yang dikumpulkan, Polres Siak memastikan tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

Baca Juga:Kembalikan Amplop Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tolak Suap dan Gratifikasi

Peringatan: Isi artikel ini berkaitan dengan topik bunuh diri. Bagi Anda yang sedang mengalami tekanan mental atau pikiran menyakiti diri, disarankan untuk segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater, atau layanan bantuan psikologis terpercaya.

#regional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tongkat Komando Berganti, AKBP Raswidiati Anggraini Jabat Kapolres Lampung Utara
• 9 jam lalu
0
thumb
Mengapa Masyarakat Sipil Sulit Mengubah Negara?
• 6 jam lalu
0
thumb
3 HP Murah untuk Orang Tua: Prioritaskan Layar, Baterai, dan Kemudahan Penggunaan
• 17 jam lalu
0
thumb
PB PERTACAMI Alihkan Fokus Persiapan Menuju Asian Games 2026 Usai Raih 15 Medali di Kejuaraan Asia
• 23 jam lalu
0
thumb
Menjaga Akar Budaya Betawi di Tengah Laju Jakarta Menuju Kota Global
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.