HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEL AVIV—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Selasa bahwa militer Israel tidak akan mundur dari wilayah yang didudukinya di Jalur Gaza sampai kelompok Palestina, Hamas, dilucuti senjatanya secara penuh.
“Saya tetap berkomitmen pada kepentingan keamanan kami,” tegas Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di Facebook dikutip dari Anadolu.
Videonya muncul di tengah perbedaan pendapat mengenai peta jalan yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump terkait pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza dalam kerangka kesepakatan gencatan senjata.
“Kami tidak akan mundur dari posisi kami saat ini sampai Hamas dilucuti senjatanya sepenuhnya,” ujarnya.
Militer Israel saat ini menduduki sekitar 70% wilayah Jalur Gaza, menyusul perang genosida yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang sejak Oktober 2023, menurut data pihak Palestina.
Israel juga terus melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, yang mengakibatkan tewasnya 1.252 warga Palestina dan cederanya 4.120 orang lainnya.
Netanyahu mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump dan timnya yakin mereka dapat melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi di Jalur Gaza.
“Mereka mengirimkan draf yang tidak kami setujui, dan kami telah mengirimkan tanggapan kami atas draf tersebut kepada mereka,” katanya.
Tel Aviv bersikeras bahwa pelucutan senjata harus diselesaikan sebelum penarikan pasukan dilakukan, sementara peta jalan yang diumumkan oleh Dewan Perdamaian dan diterima oleh Hamas menyerukan agar kedua langkah tersebut dilaksanakan secara bertahap dan bersamaan.
Peta jalan tersebut mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, penempatan senjata di bawah tanggung jawab Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dengan pengawasan internasional, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap dan upaya rekonstruksi.
Namun, dewan tersebut menyatakan pada hari Senin—menyusul pertemuan antara utusannya, Nikolay Mladenov, dan Netanyahu—bahwa penarikan penuh pasukan Israel tidak akan dilakukan sebelum senjata berat dan ringan, serta terowongan-terowongan, dibongkar.
Sementara itu, Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap hal-hal yang telah disepakati terkait tahap kedua proses gencatan senjata. (amr)






Komentar (0)