Ekosistem Kripto dan Blockchain BIsa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto. Karena belakangan teknologi ini bisa berbahaya terutama dari sisi keamanan kriptografi dan pengembangan infrastruktur. Namun, quantum computing juga bisa dimanfaatkan. 

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain. Khususnya yang saat ini semakin matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. 

Baca Juga :
OJK: Investor Pasar Modal Tumbuh 47,63 Persen Capai 30,06 Juta SID
Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

“Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi,” ungkap Aloysia dikutip dari keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Di Indonesia, upaya memperkuat pemahaman terhadap perkembangan quantum computing sudah mulai dibahas. Ini menjadi salah satu fokus dalam acara ETH Genesis: Quantum Leap. Forum ini mempertemukan komunitas, pengembang, pelaku industri, dan akademisi dalam mendiskusikan tantangan serta peluang bagi masa depan ekosistem blockchain.

Menurutnya, selama satu dekade terakhir Ethereum telah menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di ekosistem Web3, mulai dari decentralized finance (DeFi), NFT, berbagai aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset. Seiring berkembangnya teknologi, ekosistem blockchain dan pelaku industri juga dituntut untuk terus meningkatkan standar keamanan dan membangun infrastruktur yang semakin adaptif terhadap tantangan juga peluang di masa depan.

Ia menuturkan bahwa pembahasan mengenai quantum computing bukan berarti teknologi tersebut telah menjadi ancaman langsung bagi blockchain saat ini. Potensi risiko yang banyak dibahas para peneliti dan pengembang lebih mengarah pada kemampuan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan sistem kriptografi yang digunakan dalam pengamanan aset digital apabila teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.

“Hingga saat ini, quantum computing masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto. Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut,” jelas Aloysia.

Baca Juga :
Bukukan Kinerja Positif, Aset bank bjb Tembus Rp 228,2 Triliun dan Laba Tumbuh 58,8 %
Rupiah Terus Melemah ke Rp 18.106 Meski Pasar Mulai Optimis Penunjukan Destry Damayanti Gantikan Perry Warjiyo
Perkuat Pengamanan Aset Strategis Negara, PTPN III dan Baharkam Polri Jalin Sinergi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Magang Kemenkeu Reguler Periode II 2026 Dibuka, Simak Jadwal, Syarat, dan Dokumen Pendaftarannya
• 8 jam lalu
0
thumb
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat
• 14 jam lalu
0
thumb
Habib Aboe Apresiasi Polda Kalsel Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi hingga Internasional
• 23 jam lalu
0
thumb
Komedi Berdiri dan Keresahan terhadap Korupsi
• 6 jam lalu
0
thumb
Terpopuler: Jagoan Baru Daihatsu, Mazda Ubah Stigma, hingga Xforce HEV Tak Bikin Repot
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.