Ketua DPRD Surabaya Dorong Sinergi Warga-Aparat Jaga Kota Kondusif

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifudin Zuhri menilai keamanan menjadi kunci utama menjaga Surabaya tetap tumbuh sebagai kota metropolitan sekaligus pusat ekonomi di Jawa Timur. Menurutnya, kondusivitas kota hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan, tidak hanya mengandalkan aparat keamanan.

"Surabaya ini kota metropolitan. Berbagai macam ras, suku, agama, dan kelompok hidup berdampingan. Karena itu kita harus mampu melakukan mitigasi, melakukan pencegahan, sekaligus membangun deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan," kata Syaifudin Zuhri, dalam siarsn pers, Rabu (5/8/2028).

Pria yang akrab disapa Kaji Ipuk itu mengatakan keamanan kota bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, TNI, maupun Polri. Kesadaran bersama masyarakat dinilai menjadi kunci agar Surabaya tetap aman dan kondusif.

"Surabaya tidak bisa dijaga hanya oleh pemerintah, Pak Wali Kota, RT, RW, ataupun aparat keamanan saja. Kota ini hanya bisa aman kalau seluruh komponen memiliki kesadaran bersama untuk menjaganya," tegas Kaji Ipuk.

Ia menilai stabilitas keamanan memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Surabaya yang menjadi pusat perdagangan, jasa, investasi, pendidikan, hingga industri kreatif.

"Kalau Surabaya tidak kondusif, maka ekonomi pasti akan terganggu. Padahal negara berkewajiban menjamin rasa aman, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat," ujar Kaji Ipuk.

Silaturahmi Forkopimda Rutin

Untuk memperkuat sinergi antarlembaga, Kaji Ipuk menggagas silaturahmi rutin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan dilakukan secara bergiliran di berbagai instansi agar komunikasi antarpimpinan semakin erat.

"Silaturahmi Forkopimda kita rutinkan. Kemarin di DPRD, nanti bisa di tempat Dandim, berikutnya di Polrestabes. Kita bergiliran supaya kebersamaan itu benar-benar terbangun," katanya.

Menurutnya, hubungan yang baik antarpimpinan akan mempercepat koordinasi saat menghadapi persoalan di lapangan.

"Bukan hanya bertemu saat rapat resmi, tetapi membangun kebersamaan sebagai satu tanggung jawab bersama menjaga kota," imbuhnya.

Selain itu, Kaji Ipuk mendorong budaya komunikasi informal melalui kegiatan ngopi atau nyangkruk bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, forum santai justru membuat komunikasi lebih terbuka sehingga berbagai persoalan dapat dideteksi lebih awal.

"Kalau ngopi atau nyangkruk, pikiran dan masukan akan lebih mengalir. Tidak ada sekat. Dari situ kita bisa memahami kebutuhan wilayah masing-masing dan menyelesaikan persoalan sejak dini," ujarnya.

Ia berharap pola komunikasi tersebut juga diterapkan hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan camat, kapolsek, danramil, lurah, hingga LPMK.

"Kecamatan, Kapolsek, Danramil, lurah, LPMK harus saling mengenal. Jangan hanya bertemu ketika ada masalah. Keakraban itu harus dibangun sejak awal agar koordinasi berjalan lebih efektif," jelasnya.

Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Surabaya. Dengan begitu, seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Kota Pahlawan tetap aman, nyaman, dan produktif.




(prf/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rumah Ramah Lingkungan Kini Makin Mudah Diwujudkan, Ini Caranya Moms!
• 16 jam lalu
0
thumb
Hanya Penyajian Akuntansi Masa Transisi, OJK Bantah Alami Defisit Anggaran dalam Laporan Keuangan 2025
• 4 jam lalu
0
thumb
Hati-hati, Penipuan dengan AI Semakin Marak
• 4 jam lalu
0
thumb
Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah, BMKG: Langit Berawan Mulai Larut Malam
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.