Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan militer Israel tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza sebelum kelompok pejuang Palestina Hamas sepenuhnya dilucuti.
"Kami tidak akan menarik pasukan dari posisi kami saat ini hingga Hamas benar-benar dilucuti," kata Netanyahu dalam video yang diunggah melalui akun Facebook resminya pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pendapat mengenai proposal Amerika Serikat (AS) terkait penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.
Dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 5 Agustus 2026, Netanyahu mengatakan pemerintah Israel tetap berpegang pada kepentingan keamanan nasional dan belum menyetujui rancangan proposal yang diajukan Washington.
"Mereka mengirimkan rancangan kepada kami yang tidak kami setujui, dan kami telah mengirimkan tanggapan kami," ujarnya, merujuk pada peta jalan yang disusun Board of Peace (BoP) Berbeda Pandangan soal Penarikan Pasukan Menurut proposal Board of Peace, proses pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dilakukan secara paralel, disertai pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Namun, pemerintah Israel bersikeras bahwa pelucutan senjata Hamas harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan dilakukan.
Di sisi lain, Hamas menyatakan menerima proposal tersebut, yang juga mencakup penyerahan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina.
Utusan Board of Peace Nikolay Mladenov bertemu Netanyahu pada Senin. Setelah pertemuan itu, Board of Peace menyatakan penarikan penuh pasukan Israel tidak akan dilakukan sebelum seluruh senjata berat, senjata ringan, dan jaringan terowongan Hamas dibongkar.
Hamas, pada saat yang sama, kembali menegaskan komitmennya terhadap implementasi tahap kedua proses gencatan senjata.
Menurut data otoritas Palestina, sejak perang meletus pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka di Jalur Gaza.
Otoritas Palestina juga menyebut Israel terus melancarkan operasi militer meski gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, dengan 1.252 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.120 lainnya terluka selama periode tersebut.
Baca juga: Netanyahu Dikabarkan Tolak Rencana Trump, Tak Mau Tarik Pasukan dari Gaza





Komentar (0)