Kronologi Suami Digerebek Bareng Dua Pria di Bogor, Diduga LGBT, Begini Nasib Anak dan Istrinya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi suami digerebek warga bareng dua pria gegerkan publik. Kuat dugaan ketiganya melakukan aktivitas dari kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT.

Usut punya usut, kejadian itu diketahui terjadi di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Ketiganya diduga melakukan hal dari kalangan LGBT di kontrakan milik pria yang sudah memiliki istri dan anak itu.

Kronologi Suami Digerebek Bareng Dua Pria di Bogor, Diduga LGBT

Mulanya, warga Desa Tarikolot menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dipakai untuk aktivitas menyimpang. Dan ya, saat digerebek ditemukan tiga orang pria.

Dan salah satunya bahkan sebagai pemilik yang statusnya sudah beristri dan memiliki anak. Mengetahui hal itu, warga langsung mengepung rumah.

Bahkan saat para pelaku digiring keluar rumah, orang-orang langsung menyoraki ketiganya. Aksi penggerebekan tersebut dilakukan karena warga merasa curiga dan resah dengan perbuatan penyimpangan seksual.

Hal itu juga telah dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa.

"Diduga LGBT, dari masyarakat kan udah pada resah kayak gitu," ucap Eddy dikutip Grid.ID dari TribunJakarta.com, Selasa (4/8/2026).

Setelah digerebek, warga membawa laki-laki tersebut ke balai desa untuk dilakukan tindak lanjut. Mengejutkannya lagi, dua orang pria lainnya ternyata warga dari luar desa.

Imbas kejadian itu, suami alias pria yang beristri dan memiliki anak itu diminta warga angkat kaki dari desa. Sedangkan anak dan istrinya tetap diperbolehkan tinggal di desa itu.

Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa menjelaskan, pertimbangan tersebut diambil karena anak dan istri pemilik kontrakan merupakan warga asli setempat.

 

"Karena istri dan anaknya warga asli situ, dia yang boleh tinggal di situ, kalau suaminya gak boleh. Yang tamu dua itu kan gak tau dari mana, juga udah dipulangin," beber Eddy dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Persoalan itu juga diselesaikan tanpa melalui jalur hukum meski sempat membuat heboh. Kendati demikian, warga sepakat memberikan sanksi sosial berupa pengusiran agar memberikan efek jera.

"Sanksi sosialnya kasar-kasarnya diusirlah dari warga situ, gak boleh tinggal di situ," imbuh Eddy.

Terakhir, terkait kronologi suami digerebek warga bareng dua pria LGBT, ketiga pria tersebut sempat diamankan ke balai desa untuk menghindari amuk massa yang sudah berkerumun di depan kontrakan.

Kini, dua pria asing telah dipulangkan ke daerah asalnya, sementara sang pemilik kontrakan tidak diperbolehkan lagi menginjakkan kaki di kampung halaman anak dan istrinya itu. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Survei LKPI: Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Prabowo 79,3 Persen
• 20 jam lalu
0
thumb
Trump Klaim Selat Hormuz Sudah Dikuasai Amerika Serikat, Bukan Lagi Milik Iran
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Juga Geledah Kantor Imigrasi Jakpus Terkait Kasus Silmy Karim
• 10 jam lalu
0
thumb
Staf Bandara KLIA Diduga Bantu Kopilot yang Selundupkan Narkoba ke RI
• 6 jam lalu
0
thumb
Sempat Kecewa Digugat Cerai, Insanul Fahmi Kini Ikhlas Lihat Wardatina Mawa Lebih Bahagia
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.