HARIAN.FAJAR.CO.ID, GIANYAR – Persebaya Surabaya ke final Piala Presiden 2026 usai menundukkan Arema FC 1-0. Laga semifinal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa malam, (4/8/2026). Gol semata wayang dicetak oleh kapten tim, Yuran Fernandes.
Kemenangan ini mengantarkan Persebaya menantang Persib Bandung dalam laga puncak. Persib lebih dahulu memastikan tiket final setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1.
Laga final Kamis (6/8/2026) diprediksi akan berlangsung seru. Pelatih Persebaya Bernando Tavares dan arsitek Persib Igor Tolic akan beradu taktik.
Kedua tim tidak hanya beradu taktik, mereka harus beradu fisik. Jadwal turnamen yang super padat membuat fisik pemain terkuras.
Igor Tolic mengeluhkan hal ini. Dia bahkan belum tahu siapa pemain yang benar-benar siap merumput dengan kondisi fisik yang bugar.
“Akhirnya, kami menang dan melangkah ke final, tapi jika ada yang bertanya siapa yang akan bermain di final? Saya tidak tahu. Saya berharap semua orang cukup sehat, begitu juga yang terjadi di laga semifinal lainnya,” ucap Tolic.
Jalannya Laga Persebaya vs Arema
Setelah Yuran mencetak gol lewat sundulan di akhir babak pertama, Bernardo Tavares melakukan beberapa perubahan strategi di babak kedua untuk menjaga ritme permainan.
Reza Arya dipercaya menggantikan Ernando Ari di bawah mistar, sementara Ricky Pratama masuk menggantikan Rachmat Irianto.
Meski tertinggal satu gol, Arema FC yang dijuluki Singo Edan tampil lebih agresif di babak kedua demi mencari gol penyama kedudukan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun pertahanan Persebaya tampil disiplin dan solid.
Yuran kembali menjadi sosok kunci dengan sapuan bola penting di depan gawang pada menit ke-48, mencegah peluang berbahaya Arema FC.
“Saya berusaha menjaga pertahanan agar tidak kebobolan lagi dan membantu tim bertahan dengan baik,” kata Yuran Fernandes.
Selanjutnya, Yann Mabella juga melakukan intersep krusial tiga menit setelahnya untuk memutus serangan lawan. Meski mendapat tekanan, Persebaya tetap mampu memberikan ancaman. Miguel Pereira dan Jefferson Silva beberapa kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang berhasil digagalkan kiper Arema FC.
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-66 saat Arema FC harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemain belakangnya menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira.
Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya lebih leluasa menguasai jalannya pertandingan. Kendati demikian, Arema FC tidak menyerah dan tetap berusaha menekan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Dalam 10 menit terakhir, Singo Edan beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Green Force, namun lini belakang Persebaya tetap solid dan mampu meredam setiap serangan yang datang.
Kemenangan tipis ini tidak hanya membawa Persebaya melaju ke final Piala Presiden 2026, tetapi juga menjadi bukti konsistensi permainan mereka sepanjang turnamen. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Persib Bandung dalam laga perebutan gelar juara yang diprediksi berlangsung sengit.
“Kami akan mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menghadapi Persib di final. Ini kesempatan besar bagi kami untuk meraih trofi pramusim,” ujar pelatih Bernardo Tavares.
Laga perebutan peringkat ketiga dan final akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Waktu kick-off akan mengikuti jadwal resmi penyelenggara.






Komentar (0)