Eksklusif! Wamenkeu Buka Data Ekonomi RI

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membeberkan kondisi terkini perekonomian Indonesia menjelang penyampaian pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027. 

Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 tetap berada dalam kisaran 5,6 hingga 6 persen meski dunia masih dibayangi ketidakpastian global. Menurutnya, aktivitas ekonomi nasional masih menunjukkan kinerja positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya impor barang modal dan bahan baku, membaiknya Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, serta investasi yang kembali menggeliat.

"Pertumbuhan ekonomi masih cukup bagus. Memang kemungkinan sedikit lebih rendah dibanding kuartal pertama karena faktor basis perbandingan, tetapi gairah ekonomi masih sangat tinggi," ujar Juda dalam program Top Economy Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.

Di sisi fiskal, Juda mengungkapkan kondisi APBN tetap sehat dan dikelola secara hati-hati. Hingga semester pertama 2026, defisit anggaran tercatat sekitar 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara keseimbangan primer telah mencatat surplus sejak April.

Menurutnya, surplus keseimbangan primer menunjukkan pendapatan negara masih mampu membiayai belanja pemerintah tanpa memperhitungkan pembayaran bunga utang, sehingga ruang fiskal tetap terjaga.

“Keseimbangan primer juga positif surplus itu sejak bulan April. Dan perkiraan kami Juli ini data yang sudah mulai masuk itu akan surplus lagi. Apa keseimbangan primer? Keseimbangan primer itu sederhananya pendapatan dikurangi dengan belanja tidak termasuk bunga utang itu masih surplus. Artinya kita bisa hidup,” ungkapnya. 

Pemerintah juga memperkirakan defisit APBN hingga akhir 2026 berada di kisaran 2,85 persen terhadap PDB, masih berada di bawah batas maksimal tiga persen sesuai amanat undang-undang.

Baca Juga :

Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tetap Kuat

Menjelang penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada 14 Agustus mendatang, Juda menegaskan pemerintah tetap menerapkan kebijakan fiskal yang ekspansif namun terukur. Defisit anggaran tahun depan ditargetkan berada pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap PDB.

Selain memaparkan kondisi fiskal, Juda menyoroti tingginya kepercayaan investor terhadap Indonesia. Hal itu tercermin dari peringkat utang Indonesia yang tetap berada di level BBB dengan outlook stabil dari Standard & Poor's, serta keberhasilan penerbitan Panda Bonds yang memperoleh peringkat AAA dari lembaga pemeringkat Tiongkok.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan yang terjaga, inflasi yang terkendali, dan fiskal yang sehat.

Juda menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah pada 2027 akan tetap difokuskan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas fiskal.

"Intinya, kita ingin tumbuh tinggi dan sejahtera lebih cepat," tegas Juda.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dibocorkan Kuasa Hukum Hera, Erin Wartia Akan Diperiksa atas Kasus Dugaan Penganiayaan pada Kamis 6 Agustus
• 14 jam lalu
0
thumb
Media Vietnam Beberkan Senjata Rahasia Kim Sang-sik yang Sukses Bikin Timnas Indonesia Kewalahan hingga Takluk 0-3
• 23 jam lalu
0
thumb
Duka & Sukacita! Prabowo Sampaikan Belasungkawa dan Ucapan Ulang Tahun kepada Raja Thailand
• 23 jam lalu
0
thumb
Di Pelican Crossing Jakarta, Lampu Hijau Belum Tentu Aman bagi Pejalan Kaki
• 16 jam lalu
0
thumb
Menkum: Dorong Investasi, September Ada 470 Layanan Hanya Bisa Diakses Digital
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.