Dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya ditemukan pada Selasa (4/8) siang. Nahas, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar tebing yang curam.
Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), pendaki wanita asal Wonokromo, Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), seorang pemandu (guide) lokal asal Desa Wonosari, Bondowoso.
Tim SAR Gabungan menemukan keberadaan kedua korban sekitar pukul 12.13 WIB pada koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT. Titik penemuan berada di dasar tebing dengan kemiringan ekstrem 40 derajat dan kedalaman sekitar 60 meter, atau berjarak kurang lebih 170 meter ke arah tenggara dari lokasi yang dicurigai.
Meski posisi korban sudah dipastikan sejak siang, proses evakuasi terpaksa dihentikan sementara pada Selasa (4/8) malam, tepatnya pukul 18.00 WIB, akibat cuaca buruk serta medan berbahaya.
Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR, Jefriyanzah Putra Pratama, menjelaskan bahwa tim di lapangan sebenarnya telah berhasil melakukan penanganan awal (packing patient) terhadap kedua jenazah sebelum hari gelap.
"Alhamdulillah, pada pukul 16.00 WIB, kedua korban sudah ter-packing dengan baik. Namun kendala utama di lapangan adalah faktor malam dan cuaca. Di atas dilaporkan berkabut sangat tebal," ujar Jefri kepada awak media.
Selain faktor cuaca, medan tebing yang amat curam serta area kerja yang sempit menjadi tantangan teknis tersendiri bagi tim penyelamat di lapangan.
"Kendala kedua adalah anchoring system, di mana kita harus memilih dan membuat jangkar pengaman (ankor) yang kuat untuk proses penarikan (lifting) dari dasar jurang," lanjutnya.
Rencana Evakuasi Lanjutan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga kedua korban. Ia menegaskan bahwa penundaan proses evakuasi diambil murni demi keselamatan seluruh personel di medan ekstrem tersebut.
Proses evakuasi rencananya akan kembali dilanjutkan pada Rabu (5/8) pagi mulai pukul 06.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga SRU (Search and Rescue Unit).
Jefri merinci, dua tim akan difokuskan di titik utama untuk melakukan teknik lifting (penarikan vertikal) membawa jenazah keluar dari jurang menuju ke area jalur ekstrem yang dikenal sebagai 'Punggung Naga'.
"Dua tim fokus membuat sistem penarikan hingga jenazah korban sampai ke Punggung Naga. Satu tim lagi kita siagakan di jalur antara Pos 1 dan Pos 2 untuk proses estafet membawa korban turun hingga dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara," pungkas Jefri.
Operasi SAR berskala besar ini melibatkan puluhan personel gabungan dari Basarnas Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, Brimob, PMI, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Wanadri, hingga relawan dan masyarakat setempat.






Komentar (0)