DPMPTSP Sleman Menawarkan Investasi Rp14,97 Miliar untuk Kawasan Penunjang Pariwisata Bokoharjo

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman membuka peluang investasi strategis senilai Rp14,97 miliar untuk pengembangan Kawasan Penunjang Pariwisata di sekitar Exit Tol Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).

Triana Wahyuningsih selaku Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman mengatakan, "Langkah ini diambil guna menangkap momentum pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang kian pesat di kawasan penyangga Candi Prambanan."

Kawasan yang ditawarkan memiliki luas sekitar 9 hektare dan berlokasi di Dusun Pelemsari, Kalurahan Bokoharjo.

Kawasan tersebut mengusung tema Invest in Heritage yang memadukan nilai kelestarian budaya, kreativitas lokal, dan peluang bisnis dalam satu kawasan terintegrasi.

Kawasan Dirancang Menjadi Pusat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Triana mengatakan, "Kawasan ini dirancang menjadi pusat aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif terpadu guna mendukung kawasan wisata Prambanan yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara."

Bokoharjo memiliki posisi geografis yang strategis karena terhubung langsung dengan jaringan jalan utama Yogyakarta–Solo serta berada di jalur keluar jalan tol.

Lokasi tersebut juga dikelilingi berbagai destinasi cagar budaya seperti Candi Prambanan, Situs Ratu Boko, dan Candi Banyunibo.

Triana mengatakan, "Tren kunjungan wisatawan ke kawasan Prambanan terus meningkat tiap tahunnya. Selain lokasi yang prima, keberadaan ekosistem UMKM kreatif lokal di Bokoharjo menjadi modal kuat untuk pengembangan pusat ekonomi kreatif berbasis budaya, kuliner, dan perdagangan."

Enam Zona Pengembangan Disiapkan

Pengembangan kawasan akan menerapkan konsep Transit Multi-Function (TMF) melalui penyusunan Masterplan Pasar Kerajinan & Plasa Kreatif Desa Bokoharjo.

Kawasan akan dibagi menjadi enam zona pengembangan utama yang meliputi Pasar Kerajinan sebagai lokasi bazar produk UMKM dan kerajinan khas Sleman.

Plaza Kreatif akan menjadi wadah aktivitas seni, penyelenggaraan festival, serta ruang kolaborasi komunitas.

Taman Kuliner disiapkan sebagai kawasan wisata gastronomi yang mengangkat pangan lokal sebagai daya tarik utama.

Eco Riverwalk akan menyediakan kawasan pejalan kaki ramah lingkungan dengan lanskap alami dan berkelanjutan.

Amphitheater akan difungsikan sebagai panggung pertunjukan seni luar ruang serta atraksi budaya yang digelar secara berkala.

Area komersial akan menyediakan ruang usaha untuk mendukung kegiatan bisnis dan jasa pariwisata.

Selain enam zona utama tersebut, kawasan juga akan dilengkapi ikon budaya Hasto Broto, kantong parkir khusus bus pariwisata, area parkir kendaraan pribadi yang terpisah dan representatif, serta berbagai fasilitas amenitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Triana mengatakan, “Pintu investasi ini terbuka lebar bagi investor dari berbagai sektor, baik pariwisata, komersial, kuliner, maupun ekonomi kreatif, untuk bersama-sama membangun ruang publik terpadu yang menyatu dengan alam dan kearifan lokal.”


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemuda di Pekalongan Bohong Sudah Motong Jari Begal: Biar Terlihat Keren
• 4 jam lalu
0
thumb
Kukuhkan Anggota KIP 2026–2030, Menkomdigi: Perkuat Penyelesaian Sengketa Informasi
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi SPBU
• 4 jam lalu
0
thumb
Danjen Akademi TNI Tegaskan MPLS di Sekolah Rakyat Surabaya Berfokus pada Pembentukan Karakter Siswa
• 3 jam lalu
0
thumb
Waspada Kebakaran Saat Kemarau, Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.