Urgensi Kebersihan Kanal Makassar: Perilaku Masyarakat Jadi Kunci Utama

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tumpukan sampah yang mengotori kanal di perbatasan Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, dengan Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, bukan disebabkan oleh program pemilahan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar, melainkan oleh kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan ke saluran air.

Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, menegaskan bahwa persoalan sampah di kanal sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum kebijakan pemilahan sampah diberlakukan. Ia menjelaskan bahwa akar masalah utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Jadi, tidak benar kalau informasi bahwa sampah di kanal akibat dari program pemilahan sampah,” jelas Aril saat ditemui di kantor Kecamatan Tamalate.

Berbagai upaya seperti sosialisasi, edukasi, dan imbauan telah dilakukan berulang kali, namun perilaku membuang sampah sembarangan masih ditemukan di beberapa titik sepanjang kanal.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Tamalate bersama unsur terkait melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di sepanjang kanal. Setelah pembersihan, kondisi kanal di wilayah Kelurahan Maccini Sombala telah kembali bersih.

Aril mengimbau seluruh warga untuk tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah karena hal ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.

“Keberhasilan pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran saluran air ditentukan oleh kesadaran masyarakat serta kedisiplinan dalam memilah sampah dari rumah. Tentu adanya niat dan kepedulian dari warga,” imbuh dia.

Sikap senada juga disampaikan Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, yang menegaskan bahwa tumpukan sampah di kanal bukan akibat program pemilahan sampah, melainkan masalah lama yang telah terjadi jauh sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

“Ini bukan karena program pemilahan sampah. Sebelum program itu diterapkan, masyarakat sudah membuang sampah di kanal. Jadi persoalan ini sudah terjadi sejak lama,” tegas Andi Syahrir usai melakukan pembersihan kanal di kawasan perbatasan Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Mamajang.

Ia menambahkan, pemerintah dan aparat kewilayahan telah berulang kali melakukan sosialisasi dan edukasi agar warga tidak membuang sampah ke saluran air, namun kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah. Edukasi sudah berkali-kali dilakukan, tetapi kesadaran masyarakat masih harus terus ditingkatkan,” katanya.

Program pemilahan sampah yang diterapkan bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mendorong masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga.

Aril berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami berharap masyarakat mendukung kebijakan tersebut dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Camat Tamalate. (*/)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL Terjemahan] Prabowo ke Anutin: Ini Kunjungan Resmi Pertama PM Thailand ke RI dalam 15 Tahun
• 21 jam lalu
0
thumb
Siswa SMP di Pemalang Tewas Diduga Dibully, Teman Korban Diperiksa
• 15 jam lalu
0
thumb
Indonesian Police Investigate Malaysian Pilot’s Alleged Drug Network  
• 8 jam lalu
0
thumb
Pramono Yakin Jakarta Aman dan Nyaman Sepanjang Agustus Ini
• 7 jam lalu
0
thumb
Ditjenpas Tanggapi Rumor Intimidasi yang Diterima Nikita Mirzani di Rutan Pondok Bambu
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.