VIVA – Persebaya Surabaya memastikan tiket ke final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Arema FC, dengan skor tipis 1-0 pada semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 4 Agustus 2026 malam. Gol tunggal Yuran Fernandes menjadi pembeda sekaligus membawa Bajul Ijo menantang Persib Bandung di partai puncak.
Kemenangan ini membuat final Piala Presiden 2026 mempertemukan dua tim yang tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Persib lebih dulu memastikan tempat di final usai mengalahkan Persija Jakarta 2-1, sementara Persebaya menyusul setelah memenangi Derbi Jawa Timur yang berlangsung sengit.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan. Kedua tim langsung saling menekan, tetapi Arema FC lebih dulu menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui Joel Vinicius.
Persebaya sempat mengancam lewat tendangan bebas Diogo Ramalho pada menit-menit awal, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Adi Satryo.
Arema kemudian sempat membuat pendukungnya bersorak ketika John Alfarizie mencetak gol pada menit ke-18. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside.
Joel Vinicius juga memperoleh peluang emas setelah lolos menghadapi Ernando Ari. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan oleh lini pertahanan Persebaya.
Momentum pertandingan berubah ketika Bernardo Tavares memasukkan Francisco Rivera menggantikan Diogo Ramalho di pertengahan babak pertama. Masuknya gelandang asal Meksiko itu membuat aliran serangan Bajul Ijo jauh lebih hidup.
Hasilnya langsung terlihat menjelang turun minum. Pada menit ke-45+7, Rivera mengirimkan sepak pojok akurat yang disambut sundulan keras Yuran Fernandes. Bola gagal diantisipasi Adi Satryo dan membawa Persebaya unggul 1-0 hingga jeda.
VAR dan Kartu Merah Warnai Derbi Jatim
Babak kedua tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Matheus Blade sempat diganjar kartu merah akibat melakukan tendangan akrobatik saat berebut bola.
Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR), sehingga Arema terhindar dari kehilangan pemain lebih cepat.






Komentar (0)