Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh memastikan sebanyak 330 orang siswa saat ini mulai mengikuti program pengenalan lingkungan sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat," kata Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan kepada ANTARA, Selasa.
Saat ini jumlah peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 330 orang, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA asal Kabupaten Nagan Raya, serta 60 siswa titipan Sekolah Rakyat rintisan dari Kabupaten Aceh Selatan.
Menurut dia, seluruh siswa berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Nagan Raya yang masing-masing mengirimkan perwakilannya, ditambah peserta didik dari Kabupaten Aceh Selatan.
Baca juga: Mensos nilai model penjangkauan Sekolah Rakyat Gresik efektif
Teuku Raja Keumangan menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya memiliki fasilitas lengkap dan modern dengan sistem boarding school (asrama) yang didedikasikan sepenuhnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
"Pemerintah ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Nagan Raya untuk meraih pendidikan terbaik, dan menjadi generasi emas Indonesia yang unggul berdaya saing, serta berakhlak mulia," katanya.
Kepada seluruh peserta didik, pemerintah daerah berpesan agar memanfaatkan masa perkenalan siswa sebagai momentum untuk saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun persahabatan, serta menjalin kedekatan dengan para guru, wali asuh, dan pengasuh asrama.
Ia juga mengingatkan para siswa agar belajar dengan sungguh-sungguh karena kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang emas yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.
Baca juga: Danjen Akademi TNI: Keterlibatan taruna di MPLS dukung Sekolah Rakyat
"Maka dari itu, manfaatkan kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita anak-anakku sekalian," harapnya.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengapresiasi para orang tua dan wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Sekolah Rakyat.
"Percayalah, di tempat ini anak-anak kita akan memperoleh pendidikan terbaik. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, pembinaan karakter hingga pengembangan potensi diri akan dipenuhi secara optimal tanpa dipungut biaya," demikian Teuku Raja Keumangan.
Calon peserta didik memperlihatkan tanda peserta belajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya, di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Hingga Selasa (4/8/2026) sebanyak 330 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA mulai mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di gedung pendidikan program Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI selaku PIC MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya Tahun Ajaran 2026/2027, R Gandhi Wijaya Cahyo Prajanto mengapresiasi komitmen Bupati Nagan Raya yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
"Ini merupakan bukti cinta Bapak Bupati kepada anak-anak di Kabupaten Nagan Raya," katanya.
Ia mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan amanah Presiden Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan.
"Melalui Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama dan mampu bersaing dengan anak-anak di kota-kota besar," ujarnya.
Baca juga: Satu tahun Sekolah Rakyat, ratusan siswa torehkan prestasi
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat," kata Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan kepada ANTARA, Selasa.
Saat ini jumlah peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 330 orang, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA asal Kabupaten Nagan Raya, serta 60 siswa titipan Sekolah Rakyat rintisan dari Kabupaten Aceh Selatan.
Menurut dia, seluruh siswa berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Nagan Raya yang masing-masing mengirimkan perwakilannya, ditambah peserta didik dari Kabupaten Aceh Selatan.
Baca juga: Mensos nilai model penjangkauan Sekolah Rakyat Gresik efektif
Teuku Raja Keumangan menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya memiliki fasilitas lengkap dan modern dengan sistem boarding school (asrama) yang didedikasikan sepenuhnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
"Pemerintah ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Nagan Raya untuk meraih pendidikan terbaik, dan menjadi generasi emas Indonesia yang unggul berdaya saing, serta berakhlak mulia," katanya.
Kepada seluruh peserta didik, pemerintah daerah berpesan agar memanfaatkan masa perkenalan siswa sebagai momentum untuk saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun persahabatan, serta menjalin kedekatan dengan para guru, wali asuh, dan pengasuh asrama.
Ia juga mengingatkan para siswa agar belajar dengan sungguh-sungguh karena kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang emas yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.
Baca juga: Danjen Akademi TNI: Keterlibatan taruna di MPLS dukung Sekolah Rakyat
"Maka dari itu, manfaatkan kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita anak-anakku sekalian," harapnya.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengapresiasi para orang tua dan wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Sekolah Rakyat.
"Percayalah, di tempat ini anak-anak kita akan memperoleh pendidikan terbaik. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, pembinaan karakter hingga pengembangan potensi diri akan dipenuhi secara optimal tanpa dipungut biaya," demikian Teuku Raja Keumangan.
Calon peserta didik memperlihatkan tanda peserta belajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya, di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Hingga Selasa (4/8/2026) sebanyak 330 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA mulai mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di gedung pendidikan program Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI selaku PIC MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya Tahun Ajaran 2026/2027, R Gandhi Wijaya Cahyo Prajanto mengapresiasi komitmen Bupati Nagan Raya yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
"Ini merupakan bukti cinta Bapak Bupati kepada anak-anak di Kabupaten Nagan Raya," katanya.
Ia mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan amanah Presiden Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan.
"Melalui Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama dan mampu bersaing dengan anak-anak di kota-kota besar," ujarnya.
Baca juga: Satu tahun Sekolah Rakyat, ratusan siswa torehkan prestasi






Komentar (0)